Ringkasan Berita
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pembatasan Pertalite akan diatur mela…
- Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari mengatakan saat ini wilayah pendaftaran QR Code pertalite a…
- Rencana ini masih tahap sosialisasi dan belum menjadi kebijakan resmi.
TOPIKSERU.COM – Pemerintah berencana melakukan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BMM) subsidi jenis Pertalite. Rencana ini masih tahap sosialisasi dan belum menjadi kebijakan resmi.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pembatasan Pertalite akan diatur melalui Peraturan Menteri (Permen) ESDM. Peraturan ini akan menggantikan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014.
PT Pertamina Patra Niaga terus menyosialisasikan penggunaan QR Code bagi pengguna BBM subsidi di Indonesia.
Setelah sebelumnya mendorong penggunaan QR Code bagi pengguna BBM subsidi jenis Biosolar, kali ini Pertamina akan menerapkan kebijakan yang sama bagi pengguna BBM jenis Pertalite.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari mengatakan saat ini wilayah pendaftaran QR Code pertalite akan secara bertahap dan hanya khusus untuk kendaraan roda empat.
Saat ini pendaftaran QR Code pertalite fokus di wilayah Jawa, Madura, Bali (JAMALI) dan sebagian wilayah non-Jamali yaitu Kepri, NTT, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, serta Kabupaten Timika.
“Kami berharap tahap satu bisa tercapai 100 persen pada akhir september 2024. Sisanya akan lanjut tahap kedua rencana paling cepat bulan Oktober-November 2024,” imbuh Heppy.
Cara Daftar
Manajer Communication, Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi mengungkapkan cara cepat untuk mendapat QR Code mendaftar BBM subsidi tepat Pertalite.
Dia mengatakan banyak konsumen Pertalite yang sudah mencoba mendaftar subsidi tepat tetapi tak kunjung mendapatkan QR Code.
Pertamina membagikan cara mudah agar langsung menerima QR Code.
Ahad Rahedi mengatakan agar cepat mendapat QR Code maka konsumen harus menyiapkan beberapa dokumen.
Dokumen tersebut yaitu STNK, KTP, serta foto kendaraan tampak samping dan depan.
Dia menegaskan semua dokumen harus jelas serta bisa terlihat dan terbaca pada saat memfoto termasuk kualitas dokumen yang juga harus menjadi perhatian agar tulisannya tidak ada yang rusak dan kabur.
Masyarakat harus melampirkan dokumen saat mendaftarkan kendaraannya melalui website subsiditepat.mypertamina.id.
“Pertamina Patra Niaga menggunakan teknologi AI dan verifikasi apabila tidak dapat terbaca sempurna maka akan dikembalikan. Dan hal ini yang akan memakan waktu,” ujar Ahad.
Ahad menuturkan apabila masyarakat tetap kesulitan maka dapat mendatangi SPBU terdekat maupun booth subsidi tepat yang tersedia di area publik.
Hal itu lantaran Pertamina telah menyediakan layanan konsultasi di seluruh SPBU dan beberapa booth baik kerja sama dengan pemerintah daerah (pemda) maupun mandiri.
Masyarakat juga dapat menggunakan layanan konsultasi melalui saluran Call Center Pertamina 135, video call Aplikasi MyPertamina, Chatbot NADIA yaitu Aplikasi MyPertamina dan WhatsApp ke 08111350135.(antara/topikseru.com)












