Hukum & Kriminal

Terjaring OTT KPK, Bupati Muara Enim Edison Bungkam di Gedung Merah Putih

×

Terjaring OTT KPK, Bupati Muara Enim Edison Bungkam di Gedung Merah Putih

Sebarkan artikel ini

OTT KPK ke-12 di 2026

KPK
Bupati Muara Enim, Edison baru tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. (Foto: Topikseru.com/ Humas KPK)

Topikseru.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memboyong Bupati Muaa Enim, Edison, dari daerahnya ke Jakarta pada Gedung Merah Putih KPK pada Selasa (9/6/2026) pukul 08.51 WIB.

Pasca terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (8/6/2026). Edison akan diperiksa lebih lanjut perihal dugaan kasus korupsi yang menjeratnya. Dia mengenakan kemeja warna biru dan menggunakan masker. Edison bungkam saat dicecar pertanyaan. Dia langsung dibawa masuk ke dalam untuk diperiksa.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Senin, 8 Juni 2026. Dalam operasi tersebut, tim KPK mengamankan 10 orang yang terdiri atas lima unsur Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan lima pihak swasta.

Sudah Ada Tersangka

Salah satu pihak yang diamankan adalah Bupati Muara Enim, Edison. Setelah dilakukan pemeriksaan dan gelar perkara, KPK memutuskan meningkatkan penanganan kasus tersebut ke tahap penyidikan serta menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan keputusan tersebut diambil setelah penyidik melakukan ekspose perkara pada Senin malam.

“Malam tadi, telah dilakukan ekspose. Maka berdasarkan kecukupan bukti permulaan yang diperoleh, diputuskan perkara ini naik ke tahap penyidikan, untuk kemudian menetapkan para pihak sebagai tersangka,” tutur Budi saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).

Budi menjelaskan, dari 10 orang yang diamankan, lima berasal dari unsur Pemerintah Kabupaten Muara Enim, termasuk Bupati Edison. Sementara lima lainnya berasal dari kalangan swasta.

Meski belum mengungkap identitas seluruh tersangka, KPK mengindikasikan bahwa Edison termasuk pihak yang terseret dalam perkara tersebut.

Edison langsung menuju lantai 2 gedung dwiwarna KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Selain Edison, beberapa pihak lain yang tertangkap tangan juga tiba di kantor KPK.

Selain Edison, KPK turut menangkap 9 orang lainnya dalam operasi senyap di Jakarta dan Sumatera Selatan pada 7-8 Juni 2026.

Lima orang berasal dari Pemerintah Kabupaten MuaraEnim. Satu di antaranya ialah bupati. Sedangkan lima orang lainnya merupakan pihak swasta.

Tim penindakan KPK turut mengamankan uang ratusan juta rupiah dalam OTT tersebut.

KPK sudah melakukan gelar perkara atau ekspose pada Senin (8/6) malam.

Berdasarkan kecukupan bukti permulaan yang diperoleh, KPK memutuskan menaikkan perkara tersebut dari tahap penyelidikan dan penyidikan.

“Untuk kemudian menetapkan para pihak sebagai tersangkanya,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Selasa (9/6).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Senin, 8 Juni 2026. Dalam operasi tersebut, tim KPK mengamankan 10 orang yang terdiri atas lima unsur Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan lima pihak swasta.

Salah satu pihak yang diamankan adalah Bupati Muara Enim, Edison. Setelah dilakukan pemeriksaan dan gelar perkara, KPK memutuskan meningkatkan penanganan kasus tersebut ke tahap penyidikan serta menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan keputusan tersebut diambil setelah penyidik melakukan ekspose perkara pada Senin malam.

“Malam tadi, telah dilakukan ekspose. Maka berdasarkan kecukupan bukti permulaan yang diperoleh, diputuskan perkara ini naik ke tahap penyidikan, untuk kemudian menetapkan para pihak sebagai tersangka,” tutur Budi saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).

Budi menjelaskan, dari 10 orang yang diamankan, lima berasal dari unsur Pemerintah Kabupaten Muara Enim, termasuk Bupati Edison. Sementara lima lainnya berasal dari kalangan swasta.

Meski belum mengungkap identitas seluruh tersangka, KPK mengindikasikan bahwa Edison termasuk pihak yang terseret dalam perkara tersebut.

Jadi OTT KPK ke-12

Menurut Budi, kasus yang sedang diusut berkaitan dengan dugaan penerimaan sejumlah uang dalam proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim.

“Dalam perkara ini, dugaan penerimaan yang dilakukan oleh Bupati terkait dengan pengadaan-pengadaan di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim,” jelas dia.

Setelah diamankan di Sumatera Selatan, Edison bersama pihak-pihak lain yang terlibat diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Selain mengamankan sejumlah orang, penyidik KPK juga menyita uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang diusut.

Operasi tangkap tangan di Muara Enim ini menjadi OTT ke-12 yang dilakukan KPK sepanjang 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *