Internasional

Trump Ungkap Tewasnya Raja Mafia Venezuela Niño Guerrero Kerja Pasukan AS

×

Trump Ungkap Tewasnya Raja Mafia Venezuela Niño Guerrero Kerja Pasukan AS

Sebarkan artikel ini
Venezuela
Ilustrasi. Warga Venezuela mengibarkan bendera (Foto: Topikseru.com/ rri )
Intinya Sih
  • Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan militer AS menewaskan Héctor Rusthenford Guerrero Flores, yang lebih dikenal dengan nama Niño Guerrero,…
  • Dalam pernyataannya pada Jumat (12/6/2026), Trump menyebut serangan tersebut dilakukan atas perintah langsung dirinya dan dilaksanakan oleh Komando Selatan Amerika Serikat (US…
  • Operasi itu disebut berlangsung cepat dan mematikan serta dikoordinasikan dengan otoritas Venezuela.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI)

Topikseru.com, Washington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan militer AS telah menewaskan Héctor Rusthenford Guerrero Flores, yang lebih dikenal dengan nama Niño Guerrero, pemimpin geng kriminal Venezuela Tren de Aragua, dalam aksi operasi sergapan militer yang dilakukan pekan ini.

Dalam pernyataannya pada Jumat (12/6/2026), Trump menyebut serangan tersebut dilakukan atas perintah langsung dirinya dan dilaksanakan oleh Komando Selatan Amerika Serikat (US Southern Command). Operasi itu disebut berlangsung cepat dan mematikan serta dikoordinasikan dengan otoritas Venezuela.

“Di bawah arahan saya, Komando Selatan Amerika Serikat melaksanakan serangan cepat dan mematikan untuk mengeksekusi Niño Guerrero, pemimpin terkenal Tren de Aragua, salah satu organisasi teroris paling berdarah di dunia,” tulis Trump melalui platform Truth Social yang dikutip media CNBC Indonesia.

“Aksi ini dikoordinasikan erat dengan teman-teman kita di Venezuela, yang dengannya kita bekerja sama dengan sangat baik,” tambahnya.

Kepala Pentagon Pete Hegseth mengunggah di media social X menyebut serangan itu dilakukan awal pekan ini dan dipastikan bahwa Guerrero tewas selama serangan tersebut.

Kementerian informasi Venezuela menjelaskan, selama operasi tersebut terjadi bentrokan dengan anggota kelompok kriminal, dimana pemimpinnya, Guerrero, berhasil dilumpuhkan.

Operasi tersebut melibatkan dukungan teknologi khusus dan dilakukan melalui kerja sama dan pertukaran intelijen antara otoritas kedua negara, kata pemerintah Venezuela.

Pemerintahan Trump telah berulang kali menargetkan Guerrero dan para pemimpin organisasi Tren de Aragua lainnya dengan sanksi atas dugaan keterlibatan dalam kegiatan kriminal seperti penyelundupan narkoba ilegal, perdagangan manusia, dan pencucian uang.

Pemerintah AS sebelumnya telah menetapkan Tren de Aragua sebagai organisasi teroris asing dan menawarkan hadiah jutaan dolar bagi informasi yang dapat mengarah pada penangkapan Guerrero.

Trump mengklaim Tren de Aragua mengoordinasikan aktivitasnya di AS dengan pemerintah Venezuela di bawah Presiden Nicolás Maduro. Pemerintahan Trump telah mengutip dugaan hubungan tersebut untuk membenarkan deportasi beberapa imigran di AS ke penjara keamanan maksimum di El Salvador.

Selama bertahun-tahun, Tren de Aragua dikenal terlibat dalam perdagangan manusia dan mengendalikan rute yang dilalui oleh warga Venezuela dan migran Amerika Selatan lainnya yang menuju selatan ke Chili yang relatif makmur dan tujuan lain di Amerika Selatan atau Eropa.

Kelompok tersebut juga dikaitkan dengan pemerasan, penculikan, pencucian uang, pembunuhan berencana, penyelundupan, dan pencurian ritel terorganisir dari Panama hingga Brasil dan di sepanjang koridor Andes, menurut pejabat kepolisian Amerika Latin.

Guerrero melarikan diri dari penjara Tocoron di Venezuela bersama para pemimpin geng lainnya sesaat sebelum penggerebekan polisi pada tahun 2023.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *