Topikseru.com, Deli Serdang– Keluhan masyarakat terkait jalan rusak kembali menjadi sorotan setelah pernyataan Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, yang mengaitkan pembangunan infrastruktur dengan kepatuhan masyarakat membayar pajak viral di media sosial.
Pernyataan tersebut memicu perdebatan publik. Di satu sisi, pemerintah membutuhkan pendapatan daerah untuk membiayai pembangunan. Namun di sisi lain, warga mempertanyakan kondisi sejumlah ruas jalan yang hingga kini masih mengalami kerusakan meski pendapatan daerah terus meningkat.
Perdebatan tersebut turut memunculkan diskusi mengenai pembangunan infrastruktur di Kabupaten Deli Serdang yang selama lebih dari dua dekade berada di bawah kepemimpinan keluarga Tambunan.
Lebih dari Dua Dekade Dipimpin Keluarga Tambunan
Sejak tahun 2004, kursi Bupati Deli Serdang diisi oleh tokoh-tokoh yang masih memiliki hubungan keluarga.
Pada periode 2004 hingga 2014, Kabupaten Deli Serdang dipimpin oleh Amri Tambunan.
Setelah itu, kepemimpinan dilanjutkan oleh adik kandungnya, Ashari Tambunan, yang menjabat selama dua periode dari 2014 hingga 2024.
Memasuki periode berikutnya, kepemimpinan daerah beralih kepada Asri Ludin Tambunan yang merupakan putra Amri Tambunan sekaligus keponakan Ashari Tambunan.
Rangkaian kepemimpinan tersebut membuat keluarga Tambunan menjadi salah satu keluarga politik yang memiliki pengaruh panjang dalam perjalanan pemerintahan Kabupaten Deli Serdang.
Jalan Rusak Masih Menjadi Keluhan Warga
Meski berbagai program pembangunan telah dijalankan selama bertahun-tahun, persoalan infrastruktur jalan masih menjadi salah satu keluhan yang paling sering disampaikan masyarakat.
Di Kecamatan Percut Sei Tuan, warga mengeluhkan kondisi Jalan Terusan yang mengalami kerusakan cukup parah. Warga menyebut jalan tersebut kerap menjadi lokasi kecelakaan akibat banyaknya lubang dan permukaan jalan yang tidak rata.
Keluhan serupa muncul di Jalan Limau Manis–Medan Sinembah, Kecamatan Tanjung Morawa. Kerusakan jalan di kawasan tersebut diduga diperparah oleh aktivitas kendaraan berat yang mengangkut tanah dari lokasi galian di Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir.
Sementara itu, kondisi Jalan Setia Makmur Sunggal Kanan di Kecamatan Sunggal juga menjadi perhatian masyarakat karena mengalami kerusakan yang mengganggu mobilitas warga.
Di ruas Jalan Warakauri, warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan. Jalan tersebut menjadi akses alternatif yang banyak digunakan pekerja maupun mahasiswa untuk menghindari kemacetan di Jalan Letda Sujono dan Jalan Perhubungan.
“Biasanya yang lewat sini mahasiswa Wilmar dan pekerja yang menghindari macet,” ujar Shandy, salah seorang warga.
Keluhan juga datang dari masyarakat yang melintasi Jalan Pagar Merbau–Galang. Meski berstatus jalan provinsi, kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat malam hari dan musim hujan.
Selain ruas-ruas tersebut, masih banyak titik jalan lainnya di berbagai kecamatan yang kerap menjadi bahan keluhan masyarakat melalui media sosial maupun laporan langsung kepada pemerintah daerah.
PAD Deli Serdang Terus Meningkat
Di tengah berbagai keluhan mengenai kondisi jalan, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang seperti yang dilansir dari akun Instagram Pemkab Deli Serdang justru mencatat peningkatan pendapatan daerah dalam beberapa tahun terakhir.
Data Pemkab Deli Serdang menunjukkan realisasi pajak daerah hingga Triwulan I Tahun 2026 mencapai sekitar Rp227,29 miliar atau 20,13 persen dari target tahunan sebesar Rp1,129 triliun.
Capaian tersebut tumbuh sekitar 34,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sebelumnya, pada akhir 2025, penerimaan pajak daerah Deli Serdang bahkan berhasil menembus Rp1,015 triliun, yang disebut pemerintah sebagai capaian bersejarah.
Peningkatan pendapatan tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah optimistis dapat terus menjalankan berbagai program pembangunan daerah, termasuk sektor infrastruktur.
Program Jalan Mulus Deli Serdang 24 Jam
Sebagai upaya menjawab keluhan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang meluncurkan program Jalan Mulus Deli Serdang 24 Jam atau Jam Desa 24 Jam.
Program tersebut terintegrasi dengan layanan Call Center 112 dan memungkinkan masyarakat melaporkan kondisi jalan rusak yang membutuhkan penanganan cepat.
Melalui program itu, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) ditargetkan melakukan respons awal dalam waktu 1×24 jam setelah laporan diterima.
Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan menyatakan pemerintah daerah masih memiliki kemampuan fiskal yang memadai untuk mendukung pembangunan infrastruktur, termasuk perbaikan jalan.
Tantangan Infrastruktur di Daerah Berkembang
Sebagai daerah penyangga Kota Medan, Deli Serdang memiliki tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur.
Pertumbuhan kawasan industri, perumahan, dan aktivitas logistik membuat banyak ruas jalan menerima beban kendaraan yang tinggi setiap harinya.
Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan anggaran pemeliharaan dan peningkatan jalan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Meski demikian, masyarakat berharap peningkatan pendapatan daerah yang dicapai pemerintah dapat diikuti dengan percepatan perbaikan infrastruktur sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung.
Di tengah kesinambungan kepemimpinan keluarga Tambunan selama lebih dari 20 tahun, kualitas infrastruktur jalan akan tetap menjadi salah satu indikator yang paling mudah dirasakan dan dinilai oleh masyarakat Deli Serdang.












