- Pukul 09.08 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di pasar spot.
- Di mana IHSG menguat 206,38 poin atau 3,48% ke 6.216,05.
- Sebanyak 547 saham naik, 79 saham turun dan 90 saham stagnan.
Topikseru.com, Jakarta – Pada perdagangan Senin (15/6/2026). Pukul 09.08 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat di pasar spot.
Di mana IHSG menguat 206,38 poin atau 3,48% ke 6.216,05. Sebanyak 547 saham naik, 79 saham turun dan 90 saham stagnan. Seluruh indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG.
Indeks sectoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor barang baku yang naik 6,22%, sektor perindustrian naik 3,53% dan sektor infrastruktur yang naik 3,36%.
Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 5,39 miliar saham dengan total nilai Rp 3,41 triliun.
Top gainers LQ45 pagi ini adalah:
1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) (10,14%)
2. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) (8,92%)
3. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) (7,69%)
Top losers LQ45 pagi ini adalah:
1. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) (-2,70%)
2. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) (-1,45%)
3. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) (-0,87%)
Analis Pasar: IHSG Bergerak Mixed Cenderung Menguat Terbatas Hari Ini
Pada akhir perdagangan Jumat (12/6/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 121,62 poin atau 2,07% ke 6.007,65 di pasar spot.
Untuk perdagangan selanjutnya, yakni Senin (15/6/2026), Analis sekaligus VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi memperkirakan IHSG bergerak mixed cenderung menguat terbatas dalam rentang level support 5.858 dan resistance 6.165.
Secara teknikal, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) menunjukkan penguatan tren, sejalan dengan kenaikan Relative Strength Index (RSI).
Audi berpandangan pasar akan dipengaruhi sejumlah sentimen. Pertama, adanya peluang tercapainya penandatanganan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang menurut Presiden AS Donald Trump memiliki probabilitas hingga 80%.
Penandatanganan damai tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, penarikan armada laut, serta dismantling program nuklir Iran.
“Pasar akan cenderung merespons positif dan berdampak pada peningkatan confidence di pasar saham atau high risk. Resiko inflasi tinggi akan mengendur di tengah normalisasi harga minyak mentah dunia,” kata Audi.
Sentimen kedua, stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, bahkan kecenderungan penguatan menuju level Rp 17.779 per dolar AS, dinilai dapat menjadi katalis positif bagi pasar keuangan domestik.
Ketiga, kebijakan pemerintah yang menitikberatkan pada disiplin fiskal, termasuk penyesuaian anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes).
Langkah tersebut dipandang memperkuat komitmen pemerintah untuk menjaga defisit anggaran di bawah 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sehingga berpotensi memberikan sentimen positif bagi pelaku pasar.
Keempat, kejelasan terkait skema ekspor Danantara yang tidak menerapkan mekanisme gross split. Kepastian ini dianggap dapat mengurangi potensi gangguan arus kas (cash flow) para eksportir.
Sementara itu, Head of Research and Education Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak pada kisaran support 5.900-6.000 dan resistance 6.150-6.220 pada pekan depan.
“Secara teknikal, MACD membentuk golden cross sehingga terjadi pembentukan histogram positif, namun Stochastic RSI berada di area overbought dan berpotensi terjadi death cross,” tulis Valdy dalam risetnya.
Dari sisi sentimen, investor akan menantikan hasil RDG Bank Indonesia (18/6) yang menurut konsensus akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%.
Audi membagikan beberapa saham pilihan yang menarik dicermati pada perdagangan Senin (15/6/2026), antara lain:
1. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
Rekomendasi: Speculative Buy
Support: Rp 3.090
Resistance: Rp 4.060
2. PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
Rekomendasi: Trading Buy
Support: Rp 300
Resistance: Rp 392
3. PT Harum Energy Tbk (HRUM)
Rekomendasi: Trading Buy
Support: Rp 732
Resistance: Rp 910












