Sejarah

1 Muharram Adalah Hari Penting, Ini Sejarah Tahun Baru Islam dan Keistimewaannya

×

1 Muharram Adalah Hari Penting, Ini Sejarah Tahun Baru Islam dan Keistimewaannya

Sebarkan artikel ini

Bulan Muharram Menjadi Salah Satu Bulan Mulia dalam Islam dan Menandai Awal Penanggalan Hijriah

1 Muharram Adalah Hari Penting
1 Muharram menjadi awal Tahun Baru Islam dan termasuk hari penting bagi umat Muslim
Intinya Sih
  • Bulan Muharram memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam.
  • Selain menjadi bulan pertama dalam kalender Hijriah, Muharram juga termasuk salah satu dari empat bulan suci atau al-asyhur al-hurum yang dimuliakan oleh Allah SWT.
  • Tak heran, banyak umat Islam mencari tahu mengapa 1 Muharram adalah hari penting dan bagaimana sejarah penetapan Tahun Baru Islam yang diperingati setiap tahunnya.
Disclaimer: Ringkasan ini dibuat menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI)

Topikseru.com – Bulan Muharram memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Selain menjadi bulan pertama dalam kalender Hijriah, Muharram juga termasuk salah satu dari empat bulan suci atau al-asyhur al-hurum yang dimuliakan oleh Allah SWT.

Tak heran, banyak umat Islam mencari tahu mengapa 1 Muharram adalah hari penting dan bagaimana sejarah penetapan Tahun Baru Islam yang diperingati setiap tahunnya.

Dalam sejarah Islam, Muharram merupakan bulan yang memiliki banyak keutamaan. Rasulullah SAW bahkan menyebut Muharram sebagai bulan terbaik untuk berpuasa setelah Ramadan.

Karena kemuliaannya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk melaksanakan puasa sunnah pada Hari Asyura yang jatuh setiap tanggal 10 Muharram.

Mengapa 1 Muharram Menjadi Hari Penting?

Tanggal 1 Muharram menandai dimulainya tahun baru dalam kalender Hijriah. Momentum ini bukan sekadar pergantian tahun, tetapi juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas ibadah.

Selain itu, bulan Muharram diyakini sebagai salah satu momen yang penuh keberkahan dan pengampunan dari Allah SWT.

Keistimewaan inilah yang membuat umat Islam di berbagai negara memperingati Tahun Baru Islam dengan beragam kegiatan keagamaan, seperti pengajian, doa bersama, hingga santunan kepada anak yatim.

Sejarah Penetapan Kalender Hijriah

Dikutip dari keterangan yang dipublikasikan oleh NU Online, kalender Islam atau kalender Hijriah mulai ditetapkan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA, tepatnya pada tahun ke-17 Hijriah.

Penetapan kalender tersebut berawal ketika Umar bin Khattab menerima sepucuk surat dari Abu Musa Al-Asyari RA yang tidak mencantumkan tanggal dan waktu pengiriman.

Kondisi tersebut membuat Umar kesulitan menentukan urutan surat yang harus diproses karena tidak ada penanda waktu yang jelas.

Atas dasar itu, Umar bin Khattab kemudian mengumpulkan para sahabat untuk bermusyawarah dan menyusun sistem penanggalan bagi umat Islam.

Perdebatan Menentukan Awal Tahun Islam

Dalam musyawarah tersebut, muncul sejumlah usulan mengenai peristiwa penting yang layak dijadikan awal penanggalan Islam.

Beberapa sahabat mengusulkan tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW, masa diangkatnya beliau sebagai Rasul, hingga tahun wafatnya Nabi.

Namun, Ali bin Abi Thalib RA mengusulkan agar peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah dijadikan sebagai titik awal kalender Islam.

Usulan tersebut akhirnya diterima dan disepakati oleh para sahabat.

Sejak saat itu, kalender Islam dikenal dengan nama kalender Hijriah, yang berasal dari kata hijrah atau perpindahan Nabi Muhammad SAW dari Makkah menuju Madinah.

Muharram, Bulan Mulia dalam Islam

Muharram juga termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan dalam Islam bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab.

Pada bulan-bulan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah dan menjauhi berbagai perbuatan yang dilarang agama.

Selain berpuasa pada Hari Asyura, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak zikir, sedekah, serta melakukan berbagai amal kebajikan lainnya.

Pergantian tahun baru Hijriah melalui 1 Muharram menjadi momentum penting untuk merenungkan perjalanan hidup dan memperbarui tekad menjadi pribadi yang lebih baik.

Dengan memahami sejarah dan makna di balik 1 Muharram, umat Islam diharapkan tidak hanya menjadikannya sebagai seremoni pergantian tahun, tetapi juga sebagai pengingat akan nilai perjuangan, hijrah, dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *