Sumut

Rest Area Km 99 Kutepat Perkuat Peran Sebagai Ruang Kreatif Komunitas Sumatera Utara

×

Rest Area Km 99 Kutepat Perkuat Peran Sebagai Ruang Kreatif Komunitas Sumatera Utara

Sebarkan artikel ini
Tol
Menggambar sketsa dan melukis bersama Komunitas Urban Sketchers Medan yang diselenggarakan di Rest Area Km 99 ruas Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kutepat).(Foto: Topikseru.com/ Humas PT Hutama Marga Waskita)

Topikseru.com, Sumatera UtaraPT Hutama Marga Waskita (Hamawas) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ruas Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kutepat) terus memperkuat peran Rest Area Km 99 sebagai ruang publik yang tidak hanya menjadi tempat beristirahat bagi pengguna jalan tol, tetapi juga sebagai wadah kreatif, ruang kolaborasi, serta etalase seni dan budaya masyarakat Sumatera Utara.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan menggambar sketsa dan melukis bersama Komunitas Urban Sketchers Medan yang diselenggarakan di Rest Area Km 99 pada Selasa (16/06). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Hamawas dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan bagi pengguna jalan, sekaligus membuka ruang bagi komunitas untuk berkarya, berkolaborasi, dan memperkenalkan potensi kreatif lokal kepada masyarakat luas.

Corporate Secretary Hamawas, Ergy Pramadipta, mengatakan kehadiran berbagai aktivitas komunitas di Rest Area Km 99 merupakan bentuk inovasi pemanfaatan ruang jalan tol agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat. Menurutnya, rest area dapat berkembang menjadi ruang interaksi yang inklusif, produktif, dan mampu mendukung penguatan ekosistem seni, budaya, serta ekonomi kreatif daerah.

“Rest Area Km 99 kami dorong menjadi lebih dari sekadar tempat singgah. Kawasan ini dapat menjadi ruang kreatif bagi komunitas, seniman, pelaku UMKM, dan masyarakat untuk menampilkan potensi terbaik Sumatera Utara. Melalui kegiatan seperti Urban Sketchers Medan ini, kami ingin menghadirkan rest area yang tidak hanya nyaman bagi pengguna jalan tol, tetapi juga memiliki nilai edukatif, budaya, dan pengalaman yang berbeda,” ujar Ergy.

Ergy menambahkan, Rest Area Km 99 memiliki berbagai elemen budaya, ornamen arsitektur, area UMKM, serta Mini Galeri Budaya Sumatera Utara yang dapat menjadi daya tarik bagi pengguna jalan tol maupun komunitas kreatif. Dengan konsep tersebut, Hamawas berharap rest area dapat menjadi salah satu destinasi singgah yang menarik bagi masyarakat yang melintasi ruas Tol Kutepat, khususnya menuju kawasan wisata Danau Toba dan sekitarnya.

“Kami mengajak pengguna jalan untuk tidak hanya beristirahat, tetapi juga menikmati berbagai fasilitas, kuliner UMKM, serta nuansa budaya yang ada di Rest Area Km 99. Kami juga membuka ruang kolaborasi bagi komunitas-komunitas kreatif lainnya untuk menghadirkan kegiatan positif yang dapat menghidupkan ruang publik dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” tutup Corporate Secretary Hamawas Ergy Pramadipta.

Kegiatan Urban Sketchers Medan berlangsung dengan antusias dan menjadi wadah bagi para seniman serta pegiat seni untuk mengekspresikan kreativitas melalui sketsa dan lukisan secara langsung di lokasi. Para peserta mengabadikan berbagai sudut menarik Rest Area Km 99, mulai dari ornamen budaya, bangunan, area publik, hingga suasana aktivitas pengguna jalan yang menjadi bagian dari cerita visual kawasan tersebut.

Salah satu anggota Komunitas Urban Sketchers Medan, Egi Julianda, menyampaikan kegiatan tersebut bertujuan untuk merekam cerita sebuah tempat melalui karya sketsa secara langsung. Menurutnya, Rest Area Km 99 memiliki karakter yang berbeda karena menghadirkan banyak elemen visual, budaya, dan suasana ruang publik yang menarik untuk divisualisasikan.

“Kegiatan ini mengajak para anggota untuk menggambar langsung di lokasi dan merekam suasana sebuah tempat melalui karya sketsa. Rest Area Km 99 memiliki banyak sudut yang menarik, mulai dari ornamen budaya hingga suasana aktivitas masyarakat, sehingga memberikan pengalaman yang berbeda bagi kami dalam berkarya. Kami juga mengapresiasi Hamawas karena hasil karya yang dibuat nantinya dapat dipajang di Mini Galeri Budaya Sumatera Utara dan dinikmati oleh pengguna jalan yang berkunjung,” ujar Egi.

Melalui pemanfaatan ruang yang inklusif dan kolaboratif, Hamawas berkomitmen untuk terus mengembangkan Rest Area Km 99 sebagai destinasi singgah yang nyaman, kreatif, dan bernilai budaya. Kehadiran kegiatan komunitas diharapkan dapat memperkuat fungsi rest area sebagai ruang publik yang hidup, mendukung promosi budaya lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM di Sumatera Utara.

tol
Menggambar sketsa dan melukis bersama Komunitas Urban Sketchers Medan yang diselenggarakan di Rest Area Km 99 ruas Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kutepat).(Foto: Topikseru.com/ Humas PT Hutama Marga Waskita)

Hamawas juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan dan pengunjung Rest Area Km 99 untuk bersama-sama menjaga kebersihan, ketertiban, serta fasilitas yang tersedia. Dengan kepedulian bersama, Rest Area Km 99 diharapkan dapat terus menjadi ruang singgah yang nyaman, aman, inspiratif, dan membanggakan bagi masyarakat Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *