Topikseru.com – Produsen kendaraan listrik asal China, Xpeng, memperluas lini kendaraan elektrifikasinya di Indonesia dengan menghadirkan varian terbaru Xpeng G6 berpenggerak semua roda atau All-Wheel Drive (AWD). Model anyar ini membawa peningkatan signifikan pada sisi performa melalui penggunaan motor ganda tanpa mengubah platform utama kendaraan.
Langkah tersebut memperlihatkan strategi Xpeng untuk memperkuat persaingan di segmen SUV listrik premium yang kini semakin kompetitif di pasar otomotif nasional.
Learning Partner Specialist Xpeng Indonesia, Pandu Mulya Rajasa, menjelaskan bahwa fokus utama pembaruan G6 AWD terletak pada sistem penggerak yang kini mengusung konfigurasi dual motor.
“Peningkatan utamanya ada pada motornya. Sekarang menggunakan dua motor sehingga sistem penggeraknya menjadi all-wheel drive dengan tenaga dan torsi yang jauh lebih besar,” ujar Pandu dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.
Tenaga Naik Drastis, Akselerasi Lebih Agresif
Xpeng G6 AWD hadir dengan peningkatan performa yang cukup signifikan dibandingkan varian sebelumnya, G6 Pro berpenggerak roda belakang (Rear-Wheel Drive/RWD).
SUV listrik ini mampu menghasilkan tenaga gabungan hingga 358 kW dengan torsi maksimum mencapai 650 Nm. Angka tersebut melonjak jauh dibandingkan G6 Pro yang hanya memiliki tenaga 218 kW dan torsi 440 Nm.
Tambahan motor kedua tidak hanya meningkatkan distribusi tenaga ke seluruh roda, tetapi juga memangkas waktu akselerasi secara drastis.
Xpeng mengklaim G6 AWD mampu melesat dari posisi diam hingga 100 kilometer per jam hanya dalam waktu 4,13 detik. Sebagai perbandingan, varian Pro membutuhkan sekitar 6,7 detik untuk mencapai kecepatan yang sama.
Perbedaan lebih dari dua detik itu menjadi salah satu daya tarik utama G6 AWD di tengah meningkatnya permintaan kendaraan listrik berperforma tinggi di Indonesia.
Meski demikian, kecepatan maksimum kedua model tetap identik, yakni mencapai 202 kilometer per jam.
Jarak Tempuh Sedikit Berkurang karena Dual Motor
Di balik peningkatan performa, penggunaan dua motor listrik turut memengaruhi efisiensi jarak tempuh kendaraan.
Menurut Pandu, varian AWD memang mengalami sedikit penurunan daya jelajah dibandingkan model RWD karena konsumsi energi yang lebih besar.
“Karena menggunakan dua motor, jarak tempuhnya memang sedikit turun, tetapi hanya sekitar 15 kilometer sehingga tetap sangat layak untuk perjalanan jauh,” katanya.
Berdasarkan data resmi Xpeng Indonesia, varian G6 Pro sebelumnya mampu menempuh hingga 600 kilometer dalam sekali pengisian penuh berdasarkan standar New European Driving Cycle (NEDC).
Artinya, varian AWD diperkirakan masih memiliki jarak tempuh mendekati 585 kilometer, angka yang masih kompetitif di kelas SUV listrik premium.
Teknologi Fast Charging Tetap Dipertahankan
Meski mendapatkan peningkatan pada sektor performa, Xpeng memastikan arsitektur utama kendaraan tetap dipertahankan.
Kapasitas baterai, platform kendaraan, hingga kemampuan pengisian daya cepat (fast charging) masih sama dengan generasi sebelumnya.
Keputusan mempertahankan struktur utama dinilai menjadi strategi efisiensi pengembangan produk sekaligus menjaga kenyamanan pengguna yang sudah familiar dengan platform G6.
Hadir dengan Identitas “Black Edition”
Selain peningkatan performa, Xpeng G6 AWD juga tampil dengan pendekatan desain yang lebih agresif melalui identitas “Black Edition”.
Warna hitam mendominasi bagian eksterior kendaraan, termasuk pelek, trim, hingga berbagai ornamen bodi lainnya. Sentuhan tersebut mempertegas karakter sporty dan premium yang ingin ditonjolkan Xpeng pada model AWD terbaru ini.
Persaingan SUV Listrik Premium Semakin Ketat
Kehadiran Xpeng G6 AWD menunjukkan persaingan kendaraan listrik premium di Indonesia semakin memasuki fase baru.
Produsen otomotif kini tidak hanya bersaing pada efisiensi baterai dan fitur teknologi, tetapi juga performa berkendara.
Dengan akselerasi setara mobil sport, jarak tempuh panjang, serta dukungan fast charging, Xpeng mencoba menarik konsumen urban yang menginginkan kombinasi performa dan efisiensi dalam satu kendaraan listrik.
Pasar EV Indonesia sendiri diperkirakan terus bertumbuh seiring meningkatnya infrastruktur pengisian daya dan insentif pemerintah terhadap kendaraan elektrifikasi.












