Nasional

Presiden Jokowi Beri Perintah kepada Bahlil Soal Freeport: Saya Minta Secepatnya!

×

Presiden Jokowi Beri Perintah kepada Bahlil Soal Freeport: Saya Minta Secepatnya!

Sebarkan artikel ini
Jokowi
Tangkapan layar - Presiden Joko Widodo saat menekan tombol peresmian pabrik smelter PT Freeport Indonesia di Gresik, Provinsi Jawa Timur, Senin (23/9/2024). Sumber: Antara/Andi Firdaus

Ringkasan Berita

  • Presiden Jokowi menyampaikan hal itu usai meresmikan smelter PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur, Senin (23/9).
  • "Saya minta memang secepatnya harus di-clear-kan, karena smelter-nya juga sudah jadi.
  • Menurut Bahlil kala itu, pihak Freeport masih menyiapkan syarat-syarat untuk hal tersebut.

TOPIKSERU.COM, JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia agar segera menyelesaikan divestasi 10 persen saham PT Freeport Indonesia.

Presiden Jokowi menyampaikan hal itu usai meresmikan smelter PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur, Senin (23/9).

“Saya minta memang secepatnya harus di-clear-kan, karena smelter-nya juga sudah jadi. Dan ini adalah milik Indonesia,” kata Jokowi melansir Antara.

Jokowi mengatakan saat ini proses negosiasi pengambilan 10 persen saham Freeport itu masih berlangsung.

Baca Juga  Presiden Jokowi Lantik Keponakan Prabowo Jadi Wamenkeu RI

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyebut proses negosiasi tidak mudah, sama halnya kala Indonesia mengambil 51 persen saham PT Freeport.

“Dulu saat kita mengambil 51 persen, itu juga negosiasinya tidak sebulan, dua bulan, tiga bulan, tahunan, alot. Bukan hal yang gampang. Dan saat itu banyak yang sudah pesimis, tetapi saya (saat itu) optimis bahwa akan kita dapatkan 51 persen saham mayoritas,” ujar Jokowi.

Divestasi 10 persen saham PT Freeport Indonesia ini menjadi salah satu syarat perpanjangan izin usaha pertambangan (IUPK) perusahaan tersebut.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Agustus 2024 lalu menyebut negosiasi sudah hampir rampung.

Menurut Bahlil kala itu, pihak Freeport masih menyiapkan syarat-syarat untuk hal tersebut.