Kesehatan

Mengulik Mitos Hubungan Kopi, Rebahan dan Kanker, Simak Penjelasannya

×

Mengulik Mitos Hubungan Kopi, Rebahan dan Kanker, Simak Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
kopi
Ilustrasi - Secangkir kopi hitam.

Ringkasan Berita

  • Penyakit ini terjadi karena adanya transformasi (mutasi) pada sel sehingga tumbuh tidak normal.
  • Tetapi dengan meminum tiga gelas sehari akan menyelamatkan jantung, karena kopi mengandung antioksidan tinggi," kata …
  • Dokter Andhika juga meluruskan asumsi yang selama ini menyebut kopi menjadi obat utama untuk kanker.

TOPIKSERU.COMKanker menjadi penyakit penyebab kematian nomor tiga di Indonesia selain stroke dan jantung. Penyakit ini terjadi karena adanya transformasi (mutasi) pada sel sehingga tumbuh tidak normal.

Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia, terutama pada wanita.

Dokter spesialis penyakit dalam hematologi onkologi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo DR dr Andhika Rachman menyebut ada beberapa mitos yang berkembang di masyarakat terkait kanker.

Salah satunya, kata Andhika adalah minum kopi yang mampu mencegah kematian karena kanker.

“Enggak langsung dengan minum kopi menjadi anti kanker. Tetapi dengan meminum tiga gelas sehari akan menyelamatkan jantung, karena kopi mengandung antioksidan tinggi,” kata dr Andhika Rachman, Kamis (26/9).

Dokter Andhika juga meluruskan asumsi yang selama ini menyebut kopi menjadi obat utama untuk kanker. Kopi hanya menjadi antiinflamasi dan antioksidan.

Namun, pasien perlu memastikan tidak memiliki darah tinggi dan gangguan lambung sebelum meminum kopi.

Baca Juga  Catatan Ombudsman: Pelayanan Publik di Sumut Belum Maksimal, Jumlah Laporan Meningkat
Mendeteksi Kanker dari Kuku

Selain kopi, mitos lain yang berkembang di masyarakat adalah kuku yang bisa mendeteksi adanya kanker.

Menurut dr Andhika penampakan kuku bisa melihat seseorang terkena anemia atau tidak, ada gambaran metabolisme secara keseluruhan dan kadar kalsium dalam tubuh.

“Orang dengan garis-garis di kuku ada suatu gangguan pembentukan, tapi tidak bisa dikaitkan langsung dengan kanker, gangguan gizi mungkin,” ujar Andhika.

Akan tetapi, lanjut Andhika, kuku bisa mendeteksi seseorang kekurangan oksigen atau chronic hypoxia yang sering terjadi pada pasien kanker paru.

Ciri-cirinya adalah tidak ada celah saat menyatukan antara kuku satu sama dengan yang lain karena membengkak.

Rebahan Rentan Kanker

Dokter Andhika menyebut ada mitos lain yang juga berkembang di masyarakat terkait rebahan akan rentan terkena kanker pankreas.

Padahal, kata Andhika, kanker pankreas terjadi setelah melalui metabolik lain yang bisa berawal dari kebiasaan rebahan.

“Misalnya, gara-gara kebiasaan rebahan, dia enggak banyak gerak, dia gemuk, kan dia makan, perlemakan hati dan sebagainya. Nah ini bisa muncul, tetapi tidak hanya kanker pankreas, namun kanker secara umum. Sekali lagi rebahan tidak menyebabkan terjadinya kanker,” pungkasnya.