Ringkasan Berita
- Informasi dihimpun dari berbagai sumber, penetapan status tanggap darurat dipicu kenaikan kasus demi kasus masyarakat…
- Sebanyak 7 kecamatan disebutkan terpapar.
- Per Juli 2024, Pemkab Nisel mencatat, untuk kedua penyakit tersebut sebanyak 562 warga terjangkit dan 554 warga lainn…
TOPIKSERU.COM, NIAS SELATAN – Sejak tanggal 9 Agustus 2024, Pemkab Nias Selatan menetapkan daerahnya dalam status Tanggap Darurat Bencana Non- Alam Kejadian Luar Biasa Malaria dan DBD.
Informasi dihimpun dari berbagai sumber, penetapan status tanggap darurat dipicu kenaikan kasus demi kasus masyarakat yang terjangkit penyakit tersebut dalam kurun waktu 7 bulan, sejak Januari hingga Juli 2024.
Sebanyak 7 kecamatan disebutkan terpapar. Yakni Kecamatan Pulau-pulau Batu, Pulau-pulau Batu Timur, Pulau-pulau Batu Barat, Pulau-pulau Batu Utara, Simauk, Tanah Masa dan Hibala.
Per Juli 2024, Pemkab Nisel mencatat, untuk kedua penyakit tersebut sebanyak 562 warga terjangkit dan 554 warga lainnya dirawat dan dinyatakan sembuh. Sementara itu, sebanyak 8 orang disebutkan meninggal dunia akibat penyakit itu.
Hingga September Kasus Terus Terjadi
Dihimpun dari laman niaselatankab.go.id, sejak ditetapkan dalam status Tanggap Darurat, kasus warga terjangkit penyakit Malaria dan DBD terus bertambah.
Hingga September 2024, warga terjangkit DBD dicatat sebanyak 426 kasus. Sementara, penyakit Malaria sebanyak 876 kasus.
Bupati Nisel, Hiliarus Duha pun memperpanjang status Tanggap Darurat hingga 30 September 2024. Tim Terpadu yang dibentuk untuk penanganan penyakit tersebut, terus berjibaku.
Berbagai Upaya Terus Dilakukan
Berbagai upaya dalam ‘perang’ terhadap penyakit tersebut terus dilakukan. Mulai dari Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) seperti fogging, pembersihan lingkungan, mengalirkan air tersumbat dan pembasmian jentik nyamuk.
Teranyar, tim terpadu melakukan pembersihan lapangan bola, yang terletak tak jauh dari Kantor Camat Pulau Pulai Batu.
“(Lapangan bola tersebut) direncanakan akan menjadi tempat operasi Rumah Sakit Lapangan yang ikut menangani pasien malaria dan DBD bantuan dari Kodam I/Bukit Barisan,” tulis laman tersebut dalam siaran pers tanggal 26 September 2024.
Sebelumnya, tanggal 24 September, Staf ahli Bupati Setao Amazihono, bersama Tim dokter melakukan kunjungan ke Puskesman Telo.
Kunjungan tersebut, untuk melihat secara langsung perkembangan perawatan dan pengobatan pasien terpapar Malaria dan DBD.
Kunjungan tersebut juga untuk melihat kebutuhan asupan gizi makanan bagi pasien yang sedang menjalani perawatan.










