Ringkasan Berita
- Teror tersebut berupa upaya pembakaran rumah orang tuanya yang berada di Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kabupaten Tapan…
- Peristiwa ini terjadi pada Kamis (10/10) sekira pukul 03.00 WIB.
- Temukan Barang Bukti Ridwan mengatakan setelah api padam, tak beberapa jauh tepatnya di depan rumah, mereka menemukan…
TOPIKSERU.COM, TAPTENG – Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Raju Firmanda Hutagalung mendapat teror dari orang tak dikenal (OTK).
Teror tersebut berupa upaya pembakaran rumah orang tuanya yang berada di Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis (10/10) sekira pukul 03.00 WIB.
Ridwan Panjaitan, ayah Raju, menuturkan bahwa pintu rumah mereka dibakar OTK menggunakan BBM.
“Saya mulai merasakan panas saat berada di kamar dan setelah saya terbangun api mulai membesar,” kata Ridwan kepada topikseru.com, Kamis (10/10).
Dia menjelaskan saat kejadian dia dan istri terbangun dan bergegas ke luar rumah untuk memadamkan api.
“Setelah padam saya telepon anak saya (Raju), dia dan teman-temannya pun datang,” ujar Ridwan.
Temukan Barang Bukti
Ridwan mengatakan setelah api padam, tak beberapa jauh tepatnya di depan rumah, mereka menemukan satu botol yang merupakan tempat BBM jenis Pertalite.
Selain itu, di lokasi tersebut Ridwan juga menemukan sebuah topi milik pelaku yang terjatuh.
“Saya dan anak saya sudah membuat laporan ke Polres Tapteng,” kata Ridwan.
Dia mengatakan selain membuat laporan polisi atas teror tersebut, pihaknya juga sudah menyerahkan barang bukti yang ada di lokasi kejadian kepada kepolisian.
“Saya tidak pernah ada menyakiti ataupun bertengkar dengan orang lain, tetapi karena anak saya seorang aktifis yang sering memprotes, saya duga ada kaitannya,” ujar Ridwan Panjaitan.
“Memang tidak ada korban jiwa, namun untuk kerugian materi saya perkirakan sekitar 2 juta rupiah,” tambahnya.
Kepala Lingkungan IV, Kelurahan Sibuluan Nalambok, Dianto Panggabean yang membenarkan terkait peristiwa pembakaran rumah milik Ridwan Panjaitan itu.
“Tidak ada korban jiwa,” kata Dianto Panggabean.
Dia berharap kejadian ini dapat di usut tuntas oleh Polres Tapteng dan segera menangkap pelaku.
“Semoga pelaku cepat tertangkap agar keamanan kembali tercipta di lingkungan ini,” pungkasnya.













