Ringkasan Berita
- Peristiwa ambruknya jembatan di salah satu taman hutan kota di Kota Medan ini menjadi perhatian lantaran saat kejadia…
- Dia menjelaskan dari kondisi jembatan yang sudah rubuh bahwa jembatan ambruk karena jembatan gantung itu kelebihan be…
- "Penyebabnya karena jumlah orang yang berada di atas jembatan dalam waktu yang sama melebihi kapasitas maksimal, yakn…
TOPIKSERU.COM, MEDAN – Jembatan penyeberangan di Taman Cadika Medan ambruk pada Minggu (13/10) sore. Insiden ini pun menjadi heboh dan viral di media sosial.
Peristiwa ambruknya jembatan di salah satu taman hutan kota di Kota Medan ini menjadi perhatian lantaran saat kejadian sejumlah pengunjung yang terdiri dari anak-anak dan ibu-ibu sedang menyeberang.
Beruntung, saat kejadian beberapa pengunjung dan komunitas Pandawa Kayak dengan sigap bahu-membahu mengevakuasi korban.
Pada malam hari, setelah peristiwa jembatan ambruk, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Topan Obaja Putra Ginting mengecek ke lokasi.
Topan mengatakan telah menemukan penyebab jembatan penyeberangan di danau buatan itu ambruk.
“Di lokasi jelas terlihat pondasi ikatan sling jembatan terangkat. Besi dan tiang pengikat sling patah, dan lepas dari ikatannya,” kata Topan.
Dia menjelaskan dari kondisi jembatan yang sudah rubuh bahwa jembatan ambruk karena jembatan gantung itu kelebihan beban.
Padahal, lanjut dia, jembatan ini hanya bertumpu pada dua kabel utama yang berfungsi menahan beban.
Lantaran kelebihan beban, lanjut Topan, jembatan gantung gagal menahan beban dan ambruk.
“Penyebabnya karena jumlah orang yang berada di atas jembatan dalam waktu yang sama melebihi kapasitas maksimal, yakni 20 orang,” ujar mantan Plt Kadis Pora ini.
“Secara bersamaan sekitar 50 sampai 80 orang berada di atas jembatan, dan saat itu juga ada sekelompok anak muda melakukan gerakan lompat-lompat di atas jembatan, sehingga jembatan goyang dan akhirnya ambruk,” imbuhnya.
Topan menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas tersebut, sebab setelah kejadian tim Pandawa Kayak dengan sigap melakukan penyelamatan.
“Tim perahu karet melakukan penyelamatan terhadap korban-korban yang terjatuh ke air,” kata Topan.
Pemkot Medan langsung memerintahkan untuk melakukan penutupan dengan memasang garis kuning di kedua sisi jembatan gantung agar tidak digunakan lagi.
“Ke depan kami imbau kepada masyarakat agar menggunakan dengan bijak dan ikuti aturan dan pengumuman yang sudah dibuat bagi semua orang menggunakan fasilitas Taman Cadika ini,” ujar mantan Camat Medan Tuntungan ini.
Pihaknya juga memohon maaf atas insiden yang terjadi ini.
“Kami minta Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan untuk menutup jembatan ini. Untuk sementara ini tidak beroperasi dulu,” pungkasnya.













