Daerah

Jalan Lintas Sumut – Aceh yang Sempat Terputus di Pakpak Bharat kembali Normal

×

Jalan Lintas Sumut – Aceh yang Sempat Terputus di Pakpak Bharat kembali Normal

Sebarkan artikel ini
Pakpak Bharat
Pjs Bupati Pakpak Bharat Naslindo Sirait (kanan) meninjau jalan longsor di Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara. Foto: Pemkab Pakpak Bharat

Ringkasan Berita

  • Penjabat sementara Bupati Pakpak Bharat Naslindo Sirait mengatakan saat ini jalan yang menghubungkan Provinsi Aceh da…
  • "Proses pembersihan material longsoran di jalan penghubung Kabupaten Aceh Singkil – Pakpak Bharat, tepatnya di kilome…
  • Dia mengatakan longsor sempat menutup jalan lintas di kilometer 20 tepatnya di Dusun Semenneng, Desa Simbruna, Kecama…

TOPIKSERU.COM, PAKPAK BHARAT – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Pakpak Bharat meyebabkan longsor dan memutus akses Jalan Lintas Sumut – Aceh, Sabtu (12/10).

Penjabat sementara Bupati Pakpak Bharat Naslindo Sirait mengatakan saat ini jalan yang menghubungkan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara di wilayah barat itu kini kembali normal.

“Proses pembersihan material longsoran di jalan penghubung Kabupaten Aceh Singkil – Pakpak Bharat, tepatnya di kilometer 20, sudah selesai dan sudah normal kembali,” kata Naslindo di Medan, Senin (14/10).

Dia mengatakan longsor sempat menutup jalan lintas di kilometer 20 tepatnya di Dusun Semenneng, Desa Simbruna, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe (STTU Jehe).

Naslindo menyebut saat ini para pekerja masih melakukan pengerjaan bahu jalan untuk memperkuat dinding bukit.

Baca Juga  KAI Sumut Kembalikan 100% Barang Tertinggal Sepanjang 2025, Nilai Capai Rp 40,55 Juta

“Kami mengimbau kepada para pengendara agar berhati-hati melintasi jalan tersebut, mengingat curah hujan di wilayah ini masih tinggi,” ujar Naslindo.

Rencana Reboisasi

Pj Bupati Pakpak Bharat ini mengatakan saat ini pemerintah sedang berencana menggalakan reboisasi dengan menanam tanaman keras seperti pohon durian di sepanjang jalan.

Dia mengatakan penanaman pohon itu bertujuan menahan laju air saat hujan dari atas gunung.

Terpisah, Kapolres Pakpak Bharat AKBP Oloan Siahaan mengatakan personel saat ini masih berjaga di lokasi bekas longsor untuk mengatur lalu lintas.

Menurut dia, personel mengantisipasi kendaraan berkapasitas besar karena kondisi jalan masih sulit untuk dilalui.

AKBP Oloan mengimbau para pengendara agar tetap mematuhi rambu-rambu yang ada dan segera menghubungi pihak kepolisian terdekat jika terjadi masalah di jalan.

“Jadi kalau ada kendaraan yang besar kami melakukan buka tutup jalan, tapi kalau kendaraan kecil maupun sepeda motor sudah bisa normal,” kata AKBP Oloan.