Ringkasan Berita
- Bernama Kabinet Merah Putih, dengan komposisi yakni 7 Kementerian Koordinator dan 41 Kementerian teknis, 55 Wakil Men…
- Dari puluhan tokoh yang menjabat posisi kementeritan tersebut, tak satupun kader PDI Perjuangan yang masuk dalam jaja…
- Kendati, untuk urusan pemerintahan Megawati tentu punya posisi tawar yang mungkin tidak terpenuhi oleh Prabowo Subianto.
TOPIKSERU.COM, MEDAN – Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka telah menetapkan dan memilih para pembantunya di jajaran kementerian.
Bernama Kabinet Merah Putih, dengan komposisi yakni 7 Kementerian Koordinator dan 41 Kementerian teknis, 55 Wakil Menteri dan 5 Pejabat setingkat Menteri.
Dari puluhan tokoh yang menjabat posisi kementeritan tersebut, tak satupun kader PDI Perjuangan yang masuk dalam jajaran.
Pengamat Politik Universitas Medan Area, Fuad Ginting menilai tidak masuknya elit dan kader PDI Perjuangan dalam kabinet Prabowo ditengarai tingginya standart Ketum PDI Perjuangan dalam urusan kerjasama.
“PDI, bagaimanapun adalah partai besar yang memiliki basis massa riil yang kuat dan tidak mudah berpindah, bukan swing voter,” ujar Fuad, Selasa (22/10).
Megawati dan Prabowo, kata Fuad sejatinya tak punya masalah. Kendati, untuk urusan pemerintahan Megawati tentu punya posisi tawar yang mungkin tidak terpenuhi oleh Prabowo Subianto.
“Karena ekses pilpres kemarin. Prabowo dan Mega berseberangan. Megawati punya calon sendiri, dan Prabowo tentu tidak mungkin melupakan partai pendukung. Disitu tidak ketemu deal-deal an nya,” kata Fuad.
Selain itu, menurut Fuad memang akan dilematis bagi Prabowo untuk memasukkan PDI Perjuangan dengan porsi yang sama dengan partai lain. Mengingat PDI Perjuangan sebagai partai yang besar.
“Tidak mungkin di posisi kabinet yang tidak setrategis secara kualitas dan secara kuantitas juga tidak mungkin di beri 1 atau 2 jabatan kepada kader PDIP,” pungkasnya.
Prabowo dan Mega akan Sejalan
Meski dalam urusan kabinet elit PDI Perjuangan tak masuk, Fuad menyebut Prabowo dan Megawati akan sejalan. Sinyalemen itu, jika mendengar pernyataan-pernyataan dari tokoh PDI Perjuangan, Puan Maharani, Hasto dan bahkan Megawati.
“Saya yakin, akan sejalan terus, sepanjang tidak ada yang panas panasi, karena akan saja ada elit yang ingin agar kedua tokoh ini tidak join. Karena kalau mereka sama, akan ada yang tersingkirkan. Ya, silahkan diterjemahkan saja,” tutup Fuad.













