Ringkasan Berita
- Sindiran Edy Rahmayadi ini setelah Bobby Nasution menyampaikan strategi membangun sinergitas dengan Pemerintah Pusat …
- Bobby Nasution mengatakan akan memperbaiki perencanaan pembangunan di Provinsi Sumatera Utara dan menyelaraskan denga…
- Menantu Presiden ke-7 RI Joko Widodo ini juga mengatakan akan mengajak para legislator asal Sumatera Utara itu untuk …
TOPIKSERU.COM, MEDAN – Calon Gubernur Sumatera Utara nomor 2, Edy Rahmayadi menyentil Calon Gubernur nomor 1, Bobby Nasution yang langsung menghadap menteri tanpa berkoordinasi dengan DPR RI dan Gubernur Sumut, saat menjabat Wali Kota Medan.
Sindiran Edy Rahmayadi ini setelah Bobby Nasution menyampaikan strategi membangun sinergitas dengan Pemerintah Pusat dalam pembangunan di daerah.
Bobby Nasution mengatakan akan memperbaiki perencanaan pembangunan di Provinsi Sumatera Utara dan menyelaraskan dengan program-program yang dicanangkan Pemerintah Pusat.
Wali Kota Medan ini menyebut selain memperbaiki secara internal, dia juga akan memanfaatkan kekuatan eksternal, yakni jumlah legislator yang berasal dari Sumut baik di DPR RI dan DPD RI.
“Sumut punya anggota DPR RI 30 orang dan punya 4 orang anggota DPD RI. Kami ke depan akan mengajak mereka untuk membangun Sumatera Utara,” kata Bobby Nasution dalam debat publik ketiga, Rabu (13/11) malam.
Menantu Presiden ke-7 RI Joko Widodo ini juga mengatakan akan mengajak para legislator asal Sumatera Utara itu untuk membawa program-program nasional ke daerah.
Selain itu, Bobby juga mengatakan akan melibatkan pihak swasta dalam mendukung pembangunan di Sumatera Utara.
“Kemudian juga kami akan mengajak swasta, karena tadi kata Pak Edy Rahmayadi bahwa uang APBD tidak akan sanggup untuk membiayai semuanya,” ujar Bobby.
Menanggapi jawaban Calon Gubernur Sumut nomor 1 itu, Edy Rahmayadi justru menyentil Bobby Nasution.
Edy menanggapi pernyataan Bobby yang mengatakan akan melibatkan anggota DPR RI dan DPD RI asal Sumut dalam pembangunan.
“Anda tadi mengatakan akan memfasilitasi dengan menjumpai DPR RI, DPD. Pada kenyataannya, sebagai wali kota saja anda langsung ke menteri, tidak ke DPR,” kata Edy Rahmayadi.
Mantan Pangkostrad ini kemudian mengatakan sementara dirinya saat menjabat sebagai Gubernur Sumut kerap berkoordinasi dengan DPR RI membicarakan pembangunan di Provinsi Sumatera Utara.
“Saya tahu itu, karena saya datang langsung ke DPR RI, ke Komisi V, Komisi II, dan itu memang tempat saya untuk berkoordinasi menanyakan potensi-potensi yang ada, bukan saya langsung datang ke menteri,” ujar Edy.
Calon petahana ini bahkan mengatakan kepala daerah, baik bupati dan wali kota, semestinya berkoordinasi dengan wakil rakyat yang ada di Senayan.
“Tidak ada urusan kepala daerah, bupati dan wali kota langsung datang ke menteri. Secara hierarki bupati dan wali kota itu berkoordinasi ke gubernur, karena gubernur perwakilan pusat di daerah,” pungkasnya.












