Ringkasan Berita
- Komandan Dankor Marinir mengatakan Hari Ulang Tahun Ke-79 Korps Marinir TNI Angkatan Laut sebagai momentum mengingat …
- Komandan Korps Marinir ini mengatakan prajurit yang kuat adalah mereka yang bersama-sama dengan rakyat dan mendapat d…
- Untuk itu, saya berpesan, pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Enam Tuntutan Korps Marinir.
TOPIKSERU.COM, JAKARTA – Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Endi Supardi menyampaikan pesan penting kepada seluruh prajurit petarung Korps Marinir untuk selalu memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Enam Tuntutan Korps Marinir dalam tugas dan kehidupan sehari-sehari.
Komandan Dankor Marinir mengatakan Hari Ulang Tahun Ke-79 Korps Marinir TNI Angkatan Laut sebagai momentum mengingat perjalanan sejarah korps dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
“79 tahun bukanlah waktu yang singkat. Kita mengukir sejarah, mengabdikan diri kepada nusa dan bangsa. Untuk itu, saya berpesan, pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Enam Tuntutan Korps Marinir. Ingat! Tugas adalah kepercayaan sekaligus kehormatan, dan kehormatan adalah harga diri buat prajurit Korps Marinir,” kata Mayjen TNI Endi Supardi kepada jajaran prajuritnya pada rangka HUT Ke-79 Korps Marinir TNI AL, yang diakses dari siaran podcast Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Sabtu (16/11).
Mayjen TNI (Mar) Endi menginstruksikan seluruh jajarannya untuk bertugas dengan sebaik-baiknya.
Dia juga meminta prajurit menjaga diri, sikap dan perbuatan agar tidak arogan selama bertugas.
“Dalam melaksanakan tugas jangan membusungkan dada, tetapi lakukan dengan baik dengan selalu bersandar kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Jaga sinergitas, soliditas TNI-Polri dan yang paling penting, selalu bermanunggal dengan rakyat,” ujar Endi.
Komandan Korps Marinir ini mengatakan prajurit yang kuat adalah mereka yang bersama-sama dengan rakyat dan mendapat dukungan rakyat.
“Terima kasih sekali lagi prajurit petarungku. Selamat berlatih, selamat bertugas! Saya ucapkan dirgahayu prajurit petarungku! Dirgahayu Korps Marinir yang ke-79!” ucap Dankormar Mayjen TNI (Mar) Endi Supardi.
Korps Marinir TNI Angkatan Laut — semula bernama Korps Komando (KKO) Angkatan Laut Republik Indonesia — resmi terbentuk pada 15 November 1945.
Dalam puncak peringatan HUT Ke-79 Marinir, Korps Marinir TNI AL telah menyiapkan prajurit dan alutsistanya untuk berparade di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta.
Namun, Dankormar belum dapat mengungkap tanggalnya, karena upacara itu kemungkinan setelah kepulangan Presiden RI Prabowo Subianto dari lawatan luar negeri.
Lawatan Presiden Prabowo ke beberapa negara seperti China, Amerika Serikat, Peru, Brazil, dan Inggris, itu dijadwalkan berlangsung sampai 23 November 2024.
Endi menyampaikan kemungkinan Presiden Prabowo bakal menjadi inspektur upacara puncak peringatan HUT Ke-79 Korps Marinir TNI AL di Jakarta.
“Beliau (Presiden, red.) punya keinginan menyampaikan ke saya secara pribadi: Dankormar di tanggal tahun tersebut undang saya, saya akan hadir,” kata Endi mengutarakan kembali isi pembicaraannya dengan Presiden Prabowo.
Dalam acara puncak peringatan itu, Korps Marinir TNI AL akan menampilkan panji satuan “Unggul Jaya” saat parade (defile) pasukan.
Panji “Unggul Jaya” diberikan oleh Presiden Ke-1 Indonesia, Sokarno pada 15 November 1959 kepada Korps Komando Angkatan Laut (KKO AL) – yang pada 1975 berganti nama menjadi Korps Marinir TNI AL.
Korps Marinir merupakan satu-satunya satuan TNI yang memiliki panji tersendiri. Panji umumnya dimiliki oleh matra.
“Jadi pertama lahir oleh Presiden (Soekarno), kemudian pada pemberian panji juga oleh Presiden. Insyaallah jika Allah mengizinkan, buat Korps Marinir ini berkah, karena Bapak Presiden (Prabowo) menyampaikan pada tanggal 15 November ini, Presiden sudah memberikan restu, kata beliau Korps Marinir nanti akan dipimpin oleh Letnan Jenderal. Mudah-mudahan ini terwujud karena sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh prajurit Korps Marinir yang telah mengabdi tulus untuk bangsa dan negara, dan mungkin pada sesepuh kami, dankormar dari masa ke masa sangat menunggu apa yang disampaikan Bapak Presiden,” kata Mayjen TNI (Mar) Endi Supardi.













