Ringkasan Berita
- Menurut Agus, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Besar Sumatra pa…
- Berdasarkan laporan dari masyarakat, lanjut siaran itu, gempabumi ini terasa di daerah Kabupaten Tapanuli Tengah deng…
- Sementara untuk daerah Kota Gunung Sitoli dan Kabupaten Nias dengan skala intensitas III -II MMI.
TOPIKSERU.COM, TAPTENG – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan hasil analisa terkait gempa tektonik 4,9 SR di perairan Nias, Sabtu (16/11) malam pukul 22:28 WIB.
“Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1.34° LU dan 98.28° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 69 km TimurLaut NIAS-SUMUT pada kedalaman 26 km,” kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Deli Serdang, Agus Riyanto dalam siaran resmi.
Menurut Agus, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Besar Sumatra pada segmen Submarine Faulting.
Berdasarkan laporan dari masyarakat, lanjut siaran itu, gempabumi ini terasa di daerah Kabupaten Tapanuli Tengah dengan skala intensitas III MMI. Dampak gempat ini, getaran terasa nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Sementara untuk daerah Kota Gunung Sitoli dan Kabupaten Nias dengan skala intensitas III -II MMI. Getaran terasa nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Dan di Kabupaten Nias Selatan dan Sibolga II MMI.
“Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut,” ujar Agus.
Hingga pukul 22:55 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa belum ada kejadian gempabumi susulan (aftershock).
“Kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tutup Agus.













