Daerah

Polisi Tembak Polisi di Polres Solok Selatan Terancam Dipecat

×

Polisi Tembak Polisi di Polres Solok Selatan Terancam Dipecat

Sebarkan artikel ini
Polisi Tembak Polisi
Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Suharyono saat konferensi pers di Padang, Sumbar, Jumat (22/11). Foto: Antara/Fandi Yogari

Ringkasan Berita

  • AKP Dadang Iskandar terancam sanksi pemecatan dari kepolisian atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).
  • "Dalam minggu ini atau setidaknya dalam 7 hari ke depan, akan kami proses.
  • Dalam kasus itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 2 butir selongsong peluru kaliber 9 milimeter yang b…

TOPIKSERU.COM, PADANG – Kapaolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Polisi Suharyono mengatakan akan segera menindak lanjuti sanksi terhadap Kabag Ops Polres Solok Selatan AKP Dadang Iskandar dalam peristiwa polisi tembak polisi.

AKP Dadang Iskandar terancam sanksi pemecatan dari kepolisian atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).

“Dalam minggu ini atau setidaknya dalam 7 hari ke depan, akan kami proses. Saya sudah melaporkan ke pimpinan Polri,” kata Irjen Suharyono, Jumat (22/11).

Lulusan terbaik Akademi Kepolisian 1992 sekaligus penerima penghargaan Adhi Makayas ini menyebut bahwa pimpinan Polri berpesan agar menindak tegas setiap oknum yang berusaha menghalangi proses hukum.

Berdasarkan hasil visum, AKP Riyanto ditembak dua kali di bagian pelipis dan pipi yang tembus tengkuk. Polisi menduga pelaku menembak korban dari jarak dekat.

Baca Juga  Kang Dedi Mulyadi Terbang ke Sumatera Mencari Saudara yang Hilang dan Korban Bencana Banjir Bandang dan Longsor

Kasus penembakan oleh salah seorang perwira polisi terhadap rekan seprofesi itu dilaporkan terjadi pada hari Jumat (22/11) sekitar pukul 00.43 WIB.

Dalam kasus itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 2 butir selongsong peluru kaliber 9 milimeter yang berasal dari senjata api pendek jenis pistol HS dengan nomor 260139.

Berikutnya selongsong peluru kaliber 9 milimeter sebanyak 7 butir yang berasal dari senjata api pendek jenis pistol HS dengan nomor 260139.

Kapolda Sumbar mengatakan pihaknya sedang mendalami terkait motif dari peristiwa penembakan terhadap sesama polisi itu.

“Saat ini kami sedang mendalami apa yang menjadi motif pelaku,” ujar Irjen Suharyono.

Terkait dengan insiden tersebut Kapolda Sumbar meminta publik bersabar karena belum bisa memberikan informasi secara utuh mengenai peristiwa yang menewaskan AKP Ulil Ryanto Anshari.

“Secara khusus kita belum bisa mendetailkan misalnya kausalitas antara korban dengan pelaku karena masih kami dalami,” pungkasnya.