Ringkasan Berita
- Pelaksana tugas kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan Mashuri mengat…
- Akibatnya, tiga desa yang berada di Kecamatan Sayur Matinggi dan Batang Angkola.
- "Kami dibantu pihak terkait mendirikan dua tenda pengungsian untuk membantu warga yang terdampak yang berlokasi Desa …
TOPIKSERU.COM, TAPSEL – Banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) pada Jumat (22/11). Akibatnya, tiga desa yang berada di Kecamatan Sayur Matinggi dan Batang Angkola.
Pelaksana tugas kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan Mashuri mengatakan banjir bandang melanda tiga desa masing-masing Desa Sipange Siunjam, Desa Huta Padang dan Desa Hurase.
Mashuri menyebut untuk penanganan darurat pihaknya bersama pemangku kebijakan di wilayah tersebut mendirikan dua tenda pengungsian bagi warga yang terdampak.
“Kami dibantu pihak terkait mendirikan dua tenda pengungsian untuk membantu warga yang terdampak yang berlokasi Desa Sipange Siunjam dan Desa Sorimadingin,” kata Mashuri saat dihubungi di Medan, Minggu (24/11).
Dia menjelaskan kedua tenda pengungsian itu berkapasitas 50 hingga 60 jiwa dengan perlengkapan sesuai kebutuhan warga.
BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) saat ini sedang proses pendataan warga yang terdampak banjir bandang.
“Sebagian warga mengungsi ke pemukiman yang tidak terdampak. Kami masih mendata jumlah pengungsi tersebut,” ujar Mashuri.
Selain tenda pengungsian, lanjutnya, pihaknya juga sedang berkoordinasi dengan pemangku kebijakan terkait untuk mendirikan dapur umum.
“Dapur umum untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir sudah ada kami sediakan. Ada dua dapur umum di lokasi,” kata Mashuri.
Selain upaya penanganan pengungsi, BPBD juga terus berupaya membersihkan material banjir bandang di tiga desa.
Korban Banjir Bandang
Mashuri menyebut pada bencana alam banjir bandang yang melanda tiga desa di Kabupaten Tapanuli Selatan, ada dua korban meninggal dunia.
Sementara sebanyak 35 orang lainnya mengalami luka-luka.
“Pemerintah daerah bersama pihak berwenang terus berupaya melakukan proses evakuasi dan penanganan korban bencana dilakukan dengan prioritas untuk keselamatan dan pemulihan daerah yang terdampak,” ucapnya.
Mashuri mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar lokasi kejadian rawan longsor dan banjir, agar meningkatkan kewaspadaan dini.
“Kami mengimbau masyarakat melihat tanda-tanda akan terjadinya bencana alam longsor dan banjir di sekitar masing-masing, agar segera memberitahukan informasi itu kepada pihak terkait,” pungkasnya.













