Hukum & Kriminal

Kapolres Tapteng Bantah Insiden Pembacokan di Kecamatan Badiri Terkait Pilkada

×

Kapolres Tapteng Bantah Insiden Pembacokan di Kecamatan Badiri Terkait Pilkada

Sebarkan artikel ini
Pembacokan
Kapolres Tapteng AKBP Basa Emdem Banjarnahor. Foto: Humas Polres Tapteng

Ringkasan Berita

  • "Peristiwa tersebut tidak berkaitan dengan Pilkada Tapteng 2024.
  • Kronologi Peristiwa Kapolres AKBP Basa Emdem mengatakan insiden pembacokan di warung Ama Ita itu bermula dari cekcok …
  • Kendati bukan berkaitan dengan Pilkada Tapteng 2024, Kapolres tetapi meminta masyarakat untuk menjaga kondusifitas sa…

TOPIKSERU.COM, TAPTENG – Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Basa Emdem Banjarnahor membantah peristiwa pembacokan yang terjadi di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) berkaitan dengan Pilkada 2024.

AKBP Emdem menyebut insiden penganiayaan dengan pembacokan di salah satu warung itu murni dilatarbelakangi masalah pribadi dan bukan unsur politis.

“Peristiwa tersebut tidak berkaitan dengan Pilkada Tapteng 2024. Ini motifnya murni karena masalah pribadi dan terjadi kebetulan dalam suasana Pilkada,” kata AKBP Emdem, Kamis (28/11).

Sebelumnya, pada Rabu (27/11) terjadi peristiwa pembacokan antar warga di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapteng.

Peristiwa tersebut terjadi di salah satu warung warga pada pukul 10.00 WIB.

Kendati bukan berkaitan dengan Pilkada Tapteng 2024, Kapolres tetapi meminta masyarakat untuk menjaga kondusifitas saat tahapan Pilkada yang sedang berlangsung.

Baca Juga  Kunjungi Panti Asuhan, Kapolres Tapteng Santuni Anak Yatim

“Kami menghimbau agar seluruh masyarakat Tapteng tetap tenang dan mampu menahan diri. Terutama agar tidak terhasut oleh isu+isu provokasi. Mari kita jaga situasi yang ada ini agar tetap aman dan kondusif,” ujar AKBP Emdem.

Kronologi Peristiwa

Kapolres AKBP Basa Emdem mengatakan insiden pembacokan di warung Ama Ita itu bermula dari cekcok mulut antara warga inisial P (38) dengan FA Ndraha (40). Adu mulut keduanya berakhir dengan adu jotos, tetapi berhasil dilerai warga.

Namun, pertikaian tersebut ternyata belum usai dan FA Ndraha kembali ke rumah untuk mengambil sebilah parang.

“Setelah dilerai, Ndraha pulang kerumahnya dan mengambil sebilah parang selanjutnya menemui Laia,” kata AKBP Basa.

Dia menyebut setelah mengambil parang, Ndraha dan Laia kembali berkelahi hingga menyebabkan korban dibacok.

“Aksi penganiayaan tersebut melukai bagian kepala dan tangan korban,” ujar Basa.

Polres Tapteng kata AKBP sudah mengamankan pelaku untuk pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

“Diduga pelaku mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap korban,” pungkasnya.