Politik

Hasto PDIP Sebut Jokowi dan Wapres Gibran Bukan Bagian Partai

×

Hasto PDIP Sebut Jokowi dan Wapres Gibran Bukan Bagian Partai

Sebarkan artikel ini
Hasto PDIP
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Ringkasan Berita

  • "Saya tegaskan kembali Bapak Jokowi dan keluarga sudah tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan," kata Hasto dal…
  • Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan selain Jokowi dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, PDI…
  • Hasto menjelaskan pemecatan tersebut lantaran Jokowi dan keluarga sudah tidak lagi selaras dengan cita-cita partai ya…

TOPIKSERU.COM, JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyampaikan bahwa keluarga Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi bukan lagi bagian dari partai berlambang banteng moncong putih.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan selain Jokowi dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, PDIP juga telah memecat mantan Wali Kota Medan Bobby Nasution.

“Saya tegaskan kembali Bapak Jokowi dan keluarga sudah tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan,” kata Hasto dalam konferensi pers di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Rabu (4/12).

Hasto menjelaskan pemecatan tersebut lantaran Jokowi dan keluarga sudah tidak lagi selaras dengan cita-cita partai yang diperjuangkan sejak zaman Presiden RI Soekarno di Partai Nasional Indonesia (PNI).

Baca Juga  Pemkot Medan Buka Mudik Gratis ke 12 Daerah di Sumut, Buruan Daftar!

“PDI Perjuangan digerakkan oleh suatu cita-cita dan itu dibuktikan dengan pengiriman surat dari DPC Kota Surakarta, tempat kartu tanda anggota (KTA) Mas Gibran berasal yang memberitahukan bahwa berdasarkan undang-undang partai politik dan AD/ART partai, keanggotaannya secara otomatis berhenti,” ujar Hasto.

Pria asal Yogyakarta itu juga menyampaikan keanggotaan sebagai kader tidak hanya terletak pada KTA, akan tetapi pada komitmen di dalam menanggung kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik.

PDIP percaya pada nilai-nilai satyam eva jayate di mana mereka yang menanam angin akan menuai badai.

“Itulah yang kita yakini sebagai suatu bangsa, karena di dalam sejarah peradaban umat manusia, tidak ada kekuasaan otoriter sekuat apa pun mampu bertahan, kecuali mereka-mereka akhirnya menjadi sisi-sisi gelap dalam sejarah,” jelas Hasto.