Daerah

Kebakaran di Simpang Limun: 16 Rumah Hangus, Puluhan Warga Mengungsi

×

Kebakaran di Simpang Limun: 16 Rumah Hangus, Puluhan Warga Mengungsi

Sebarkan artikel ini
Kebakaran
Puluhan warga terdampak kebakaran di Jalan Kemiri terpaksa mengungsi di rumah Kepling dan tenda darurat. Foto: topikseru.com/Amar Fuad Marpaung

Ringkasan Berita

  • Istri Kepala Lingkungan, Lela, mengatakan setelah peristiwa kebakaran beberapa bantuan telah diterima oleh para korban.
  • Bantuan tersebut berasal dari Dinas Sosial Kota Medan hingga warga yang prihatin dengan kondisi para korban.
  • Salah seorang saksi, Zainuddin (45), mengatakan kebakaran terjadi sekira pukul 07.20 WIB saat dia sedang berbelanja d…

TOPIKSERU.COM, MEDAN – Kebakaran hebat menghanguskan 16 rumah di Jalan Kemiri I, Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Minggu (8/12). Peristiwa ini menyisakan duka bagi para korban.

Para korban terpaksa mengungsi setelan tempat tinggalnya hangus terbakar. Mereka saat ini harus mengungsi di kediaman Kepala Lingkungan (Kepling) di Jalan Tanjung Bunga I.

Akibat musibah ini seratusan warga, yang terdiri dari 45 pria, 49 wanita dan empat lansia serta tiga balita kehilangan tempat tinggal.

Istri Kepala Lingkungan, Lela, mengatakan setelah peristiwa kebakaran beberapa bantuan telah diterima oleh para korban.

Bantuan tersebut berasal dari Dinas Sosial Kota Medan hingga warga yang prihatin dengan kondisi para korban.

“Beberapa bantuan sudah diterima oleh para korban terdampak bencana kebakaran,” kata Lela, Selasa (10/12).

Kebakaran Hanguskan 16 Rumah

Peristiwa kebakaran hebat yang melanda pemukiman padat penduduk ini terjadi pada Minggu pagi, saat warga sedang melakukan aktivitas sehari-hari.

Baca Juga  Tren TikTok 'We Listen, We Don’t Judge': Rahasia Tanpa Penghakiman, Penghujung 2024

Kobaran api yang begitu besar dengan cepat merambat dan melahap belasan rumah di Jalan Kemiri I, Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, ini.

Salah seorang saksi, Zainuddin (45), mengatakan kebakaran terjadi sekira pukul 07.20 WIB saat dia sedang berbelanja di Pajak Simpang Limun.

Dia menjelaskan api begitu cepat merambat ke bagian bangunan lain karena rumah semi permanen.

“Saat peristiwa terjadi saya sedang menunggu istri yang berbelanja. Tiba-tiba ada kobaran api yang sangat besar, kami semua panik,” kata Zainuddin.

Helmi Faridah (60), korban kebakaran menceritakan saat peristiwa dia sedang memasak. Namun, tiba-tiba melihat kepulan asap masuk ke rumah.

Sontak hal tersebut membuatnya ketakutan dan segera menggendong anaknya yang sedang terlelap.

“Saat itu saya lagi masak, tiba-tiba banyak asap masuk ke rumah. Karena posisi anak lagi tidur saya langsung membawanya,” ujar Helmi Faridah.

Dia bersama korban lainnya berharap pemerintah memberikan perhatian atas musibah yang mereka alami.

Faridah dan puluhan warga lain harus tinggal di pengungsian lantaran rumah mereka telah hangus.

“Semoga pemerintah memperhatikan nasib kami yang menjadi korban,” pungkasnya.