Ringkasan Berita
- Pemilik toko ponsel Junaidi Fanta (34) mengatakan awalnya mereka tidak menyadari bahwa telah menjadi korban penjaraha…
- Sejumlah barang-barang elektronik di toko ini hilang diduga dicuri oleh orang dengan modus membantu saat terjadi benc…
- Peristiwa ini terjadi pada Kamis (12/12) saat terjadi kebakaran di toko sparepart mobil yang bersebelahan dengan toko…
TOPIKSERU.COM, MEDAN – Nasib nahas menimpa sebuah toko ponsel di Jalan William Iskandar, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Sejumlah barang-barang elektronik di toko ini hilang diduga dicuri oleh orang dengan modus membantu saat terjadi bencana kebakaran.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis (12/12) saat terjadi kebakaran di toko sparepart mobil yang bersebelahan dengan toko ponsel.
Pemilik toko ponsel Junaidi Fanta (34) mengatakan awalnya mereka tidak menyadari bahwa telah menjadi korban penjarahan karena sedang fokus menyelamatkan barang-barang dan mencegah api merambat ke tokonya.
“Saat peristiwa kebakaran sata mendapat telepon dari karyawan bahwa toko sebelah (sparepart) terbakar. Saya langsung menuju ke toko,” kata Junaidi kepada topikseru.com, Jumat (13/12).
Dia mengatakan dia dan karyawan lain panik dan berupaya memindahkan beberapa barang dari sumber api.
Dalam kondisi panik, lantaran titik api berada sangat dekat dengan toko ponsel, Junaidi dan karyawannya tidak menghiraukan siapa saja yang masuk ke toko.
“Saat kebakaran terjadi, kami panik dan kalang kabut sehingga tidak mengetahui ada orang yang ngambil barang di toko kami,” ujar pemilik toko ini.
Junaidi mengaku baru mengetahui beberapa barang dagangannya hilang setelah api berhasil dipadamkan petugas damkar.
Menurut taksiran Junaidi, nominal kerugian akibat penjarahan tersebut mencapai Rp 25 juta.
“Beberapa barang kami yang hilang seperti satu buah speaker, ponsel Nokia, dan charger yang jumlahnya belum bisa dipastikan,” kata Junaidi.
Pelaku Diduga Komplotan Preman
Junaidi mengatakan berdasarkan kesaksian warga setempat bahwa pelaku penjarahan di toko ponsel miliknya adalah komplotan preman.
Komplotan pelaku ini awalnya berpura-pura ikut membantu memindahkan barang.
Pemilik dan karyawan toko ponsel ini tidak menaruh curiga lantaran suasana panik saat peristiwa.
Mereka tidak menyadari bahwa beberapa orang yang terlihat dengan sukarela membantu itu punya niat jahat.
“Ada warga yang menyampaikan kepada saya bahwasanya preman setempat bermain kelompok untuk melakukan aksinya. Mereka menggiring barang-barang ke beberapa orang hingga ke seberang jalan, lalu barang itu dinaikkan ke becak,” ujar Junaidi.
Atas peristiwa yang dialaminya itu, Junaidi telah membuat laporan ke Polsek Medan Tembung.
Polisi saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait penjarahan yang diduga dilakukan oleh komplotan preman ini.













