Ringkasan Berita
- Dejan FC berhasil menahan imbang PSMS Medan dengan skor 1-1, meski di atas kertas tim berjuluk Ayam Kinantan diunggul…
- Namun, dalam laga ini tim tuan rumah justru lebih dulu mencetak gol, yakni pada menit ke-40 melalui Raka Sabir Al-Hady.
- PSMS berhasil mencetak gol penyama 19 menit kemudian, tepatnya di menit ke-59 lewat Jacinto Cabral ‘Juninho’.
TOPIKSERU.COM – PSMS Medan harus menerima hasil kurang memuaskan pada laga kandang saat menghadapi Dejan FC di Stadion Baharuddin Siregar, Lubukpakam, Deli Serdang, Kamis (19/12).
Dejan FC berhasil menahan imbang PSMS Medan dengan skor 1-1, meski di atas kertas tim berjuluk Ayam Kinantan diunggulkan.
Namun, dalam laga ini tim tuan rumah justru lebih dulu mencetak gol, yakni pada menit ke-40 melalui Raka Sabir Al-Hady.
PSMS berhasil mencetak gol penyama 19 menit kemudian, tepatnya di menit ke-59 lewat Jacinto Cabral ‘Juninho’.
Pelatih PSMS Medan Nil Maizar mengatakan hasil kurang maksimal yang diraih anak asuhnya ini tetap patut diapresiasi.
Pasalnya, kata Nil Maizar perjuangan anak asuhnya sangat luar biasa dalam kondisi tim yang sedang didera cedera.
“Hasil ini sudah maksimal buat kami. Saya bilang ke teman-teman semuanya, pemain Medan ini punya quality yang sangat luar biasa. Dibanding yang lain, kita termasuk bagus, cuma memang keberuntungan tidak berpihak pada kita,” kata Nil Maizar usai pertandingan.
Menurut Maizar terdekat beberapa kendala yang mereka hadapi dalam laga menghadapi Dejan FC, salah satunya terkait kondisi pemain kunci mengalami cedera seperti Antic dan Juninho, serta kondisi fisik pemain lain yang kurang prima.
“Antic sakit, Juninho tadi cedera ototnya tapi tetap main. Reban sakit, Imam baru sehat, Gustur sakit. Namun kami tidak menyerah. Ini mungkin yang terbaik, kami syukuri saja,” ujar Maizar.
Kendati belum mendapat hasil maksimal dari dua lagi, yakni setelah kalah dari Persiraja Banda Aceh dan imbang dengan Dejan FC, Maizar akan fokus menatap laga selanjutnya melawan PSPS Pekanbaru.
“Besok pagi kita langsung recovery training, nggak ada jeda. Persiapan normal seperti biasa. Mudah-mudahan kita bisa perang lawan Pekanbaru. Kalau kita menang tadi, kita sebenarnya akan lebih enak karena Sriwijaya akan bermain tandang,” kata Nil Maizar.
Selain kondisi tim, Maizar juga menyoroti keputusan wasit saat memimpin jalannya pertandingan.
Dia menilai wasit tidak mengambil tindakan tegas saat terjadi insiden cedera kiper Dejan FC, Sujarmin, yang akhirnya digantikan M Zainuri Azhar.
“Harusnya dikasih kartu kuning karena memperlambat permainan. Ada aturan, kalau itu taktik memperlambat, harusnya wasit tahu,” ujar Nil.
Sementara itu, pemain PSMS Medan, Dwi Rafi Angga meminta maaf kepada para suporter atas hasil kurang maksimal hari ini.
“Saya mewakili teman-teman minta maaf atas hasil yang kami raih hari ini. Itulah sepak bola, ada faktor keberuntungan. Kami banyak peluang, ke depan Insya Allah kami akan raih hasil maksimal di Pekanbaru,” kata Dwi Rafi.
Hasil ini membuat PSMS Medan naik ke peringkat tiga klasemen sementara dengan mengoleksi 23 poin, unggul agregat gol dari PSPS Pekanbaru.












