Ringkasan Berita
- Korban mengembuskan napas terakhir setelah diduga mendapat penganiayaan.
- Dia menjelaskan saat sedang nongkrong Ipda Imanuel bersama anak buahnya sekitar 5 orang mendatangi mereka dan menegur…
- Dijebloskan ke Sel Tahanan Dedi mengatakan setelah mendapat penganiayaan di warung tuak, mereka dibawa ke Polrestabes…
TOPIKSERU.COM – Seorang warga bernama Budianto Sitepu (42), meregang nyawa setelah ditangkap dan dibawa oleh oknum perwira polisi ke Polrestabes Medan.
Korban mengembuskan napas terakhir setelah diduga mendapat penganiayaan.
Menurut salah satu rekan korban yang juga sempat diamankan polisi, Dedi Sugiarto, peristiwa bermula saat dia bersama Budianto dan beberapa rekannya sedang duduk di warung tuak di Jalan Horas, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, pada Selasa malam, 24 Desember 2024.
Dedi Sugiarto mengatakan warung tuak tempat mereka nongkrong ini berada di depan rumah mertua oknum perwira polisi Ipda Imanuel Dachi, yang menjabat Panitia Resmob Satreskrim Polrestabes Medan.
Dedi menduga saat itu mertua Ipda Imanuel Dachi merasa terganggu dan melaporkan kepada menantunya itu.
Dia menjelaskan saat sedang nongkrong Ipda Imanuel bersama anak buahnya sekitar 5 orang mendatangi mereka dan menegur korban dan teman-temannya.
Oknum polisi itu kemudian langsung melakukan penganiayaan secara membabi-buta terhadap korban.
“Gara-gara musik. Pas datang, dibilangnya sama kami berhenti dulu, enggak ada minta tolong. Ini kan malam Natal kata Budi (almarhum). Rupanya cekcok orang ini (korban dan Ipda Imanuel)” kata Dedi kepada wartawan, Jumat (27/12).
Dedi dan teman-temannya sempat dimasukkan ke dalam mobil dan dibawa ke Polrestabes Medan.
Mereka dimasukkan ke dalam mobil yang berbeda-beda, dan di dalam mobil Dedi mengaku juga dianiaya oknum polisi.
Dijebloskan ke Sel Tahanan
Dedi mengatakan setelah mendapat penganiayaan di warung tuak, mereka dibawa ke Polrestabes Medan.
Setibanya di Polrestabes Medan, mereka langsung dibawa ke gedung Satreskrim. Dedi sempat melihat kondisi Budiono yang dalam kondisi babak belur.
“Dibawa ke Polrestabes (Medan). Di situ (Polrestabes Medan) kami bertiga dipukuli, sampai muka bonyok. Ada enam orang (polisi). Di dalam mobil aku dipukuli,” ungkap Dedi.
Setelah itu, lanjutnya mereka bertiga dijebloskan ke sel tahanan. Beberapa waktu berselang, mereka dipanggil kembali oleh penyidik untuk dimintai keterangan.
Dedi menyaksikan kondisi Budiono sudah sangat memprihatinkan serta muntah-muntah.
Dedi mengatakan ketika menggotong untuk masuk ke sel tahanan, Budianto pingsan lalu dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.
Dedi mengatakan setelah polisi membawa Budi ke rumah sakit, mereka mendekam di sel tahanan. Setelah itu dia dan teman-teman mendengar kabar Budianto telah meninggal dunia.
Dedi dan rekannya bernama Girin yang sempat ditahan sejak 24 Desember 2024 baru dipulangkan oleh polisi pada 27 Desember 2024.(*)













