Hukum & Kriminal

Warga Tewas Diduga Dianiaya Oknum Perwira Polrestabes Medan

×

Warga Tewas Diduga Dianiaya Oknum Perwira Polrestabes Medan

Sebarkan artikel ini
Penganiayaan
Seorang warga bernama Budianto Sitepu tewas setelah mendapat penganiayaan dari oknum polisi Polrestabes Medan

Ringkasan Berita

  • Istri almarhum Budianto, Dumaria Simangunsong mengatakan mereka dituduh mengganggu ketertiban dengan memutar musik ke…
  • Peristiwa penganiayaan warga ini terjadi pada Selasa (24/12) tepatnya saat malam Natal di Jalan Horas, Kecamatan Sung…
  • Ipda Immanuel Dachi adalah anak buah Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Jama Kita Purba, yang menjabat sebagai Pa…

TOPIKSERU.COM, MEDAN – Oknum perwira polisi bernama Ipda Immanuel Dachi bersama enam anggota Satreskrim Polrestabes Medan diduga menjadi pelaku penganiayaan terhadap seorang warga bernama Budianto Sitepu (42) hingga tewas.

Ipda Immanuel Dachi adalah anak buah Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Jama Kita Purba, yang menjabat sebagai Panit Resmob.

Peristiwa penganiayaan warga ini terjadi pada Selasa (24/12) tepatnya saat malam Natal di Jalan Horas, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan memastikan proses hukum terhadap dugaan penganiayaan yang menewaskan Budianto Sitepu akan berjalan dengan adil.

Kombes Gidion mengatakan saat ini Ipda Immanuel Dachi dan enam anggota Satreskrim Polrestabes Medan sudah ditempatkan di Penempatan Khusus (Patsus).

“Kami (Polisi) menjamin proses hukum akan berjalan dengan adil,” kata Kombes Gidion, Sabtu (28/12).

Kilas Balik Kasus

Penganiayaan terhadap Budianto Sitepu oleh sejumlah anggota Satreskrim Polrestabes Medan yang dikomandoi Ipda Immanuel Dachi, bermula bermula ketika Budianto bersama dua rekannya berada di dekat sebuah warung tuak.

Baca Juga  Bongkar Sindikat “Rayap Besi dan Kayu”: 96 Tersangka Diciduk Polrestabes Medan

Istri almarhum Budianto, Dumaria Simangunsong mengatakan mereka dituduh mengganggu ketertiban dengan memutar musik keras pada malam hari, sehingga ada laporan dari warga.

“Katanya suami saya mengganggu ketertiban karena memutar musik malam-malam. Jadi, ada yang melapor, dan suami saya diamankan polisi,” ungkap Dumaria kepada wartawan, Kamis (26/12).

Ipda Immanuel Dachi kemudian menghampiri lokasi kejadian di Jalan Horas, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, dan terjadi cekcok.

Selanjutnya, Immanuel memanggil anggotanya ke lokasi tersebut, yang kemudian berujung pada penganiayaan terhadap Budianto.

Korban akhirnya meninggal dunia di RS Bhayangkara, Medan. Gidion membantah bahwa penganiayaan terjadi di sel tahanan sementara Mapolrestabes Medan.

“Ada indikasi kuat memang terjadi kekerasan yang dilakukan personel Satreskrim Polrestabes Medan terhadap Budianto,” ucap Gidion.

Berawal dari Keluhan Mertua Ipda Immanuel

Beredar informasi bahwa tindakan Ipda Immanuel diduga dipicu oleh permintaan keluarganya yang keberatan dengan suara musik keras tersebut.

Namun, Gidion menegaskan bahwa pihaknya juga menggali informasi dari keluarga korban untuk memastikan fakta yang sebenarnya.

“Kita tidak mau mendengarkan informasi dari polisi saja. Kita tetap gali juga informasi dari keluarga korban,” kata Gidion usai melayat ke rumah duka.

Kasus ini menjadi terus menjadi sorotan, dan kecaman keras bagi institusi kepolisian untuk membuktikan komitmennya dalam menegakkan keadilan, termasuk bagi korban yang meninggal di tangan aparatnya sendiri.