Daerah

Miris, Warga di Tapteng Ini 10 Tahun Hidup dengan Kondisi Jalan Rusak

×

Miris, Warga di Tapteng Ini 10 Tahun Hidup dengan Kondisi Jalan Rusak

Sebarkan artikel ini
Warga Tapteng
Kondisi Jalan di Lorong 4 Lobu, Desa Kebun Pisang Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah yang sudah 10 tahun tidak mendapatkan perbaikan. Foto: Topikseru.com/ Jasman Julius

Ringkasan Berita

  • Dia mengatakan selama 3 periode kepemimpinan Kepala Desa Mugiarto, hanya sekali jalan ke lorong 4 Lobu diperbaiki.
  • Kondisi tersebut mereka rasakan terbilang cukup lama, hampir 10 tahun kondisi jalan yang saban hari mereka lewati dal…
  • Dana Desa yang mereka tunggu-tunggu agar bisa membenahai infrastruktur nyatanya tak pernah hadir di lorong ini.

TOPIKSERU.COM, TAPTENG – Warga di Desa Kebun Pisang, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), khususnya yang tinggal di Lorong 4 Lobu, mengeluhkan kondisi infrastruktur yang telah kopak-kapik.

Kondisi tersebut mereka rasakan terbilang cukup lama, hampir 10 tahun kondisi jalan yang saban hari mereka lewati dalam kondisi rusak parah.

Dana Desa yang mereka tunggu-tunggu agar bisa membenahai infrastruktur nyatanya tak pernah hadir di lorong ini. Padahal, jalan yang rusak merupakan akses utama bagi warga untuk menggerakkan roda ekonomi.

“Hanya sekali jalan ini diperbaiki, sekitar 10 tahun yang lalu. Itu pun kata kepala desa kepada masyarakat anggaran dari pemerintah kabupaten,” beber D Zebua kepada topikseru.com, Minggu (12/1).

Dia mengatakan selama 3 periode kepemimpinan Kepala Desa Mugiarto, hanya sekali jalan ke lorong 4 Lobu diperbaiki.

Zebua menjelaskan di lorong 4 Lobu ini terdapat 40 kepala keluarga dan selama 10 tahun saban hari harus melalui jalan rusak.

“Bantuan seperti Bansos, PKH, memang ada warga sebagian yang menerima, tetapi itu dari (bantuan) pemerintah pusat. Sedangkan dana desa tidak ada sama sekali,” ujar Zebua.

Zebua juga mengaku kerap menanyakan kepada kepala lingkungan terkait dana desa yang tak kunjung warga Lorong 4 Lobu rasakan manfaatnya.

“Kepling malah menjawab dengan alasan kalau di lorong 4 warganya tidak bisa diatur,” ungkap Zebua.

Baca Juga  Sikap PDIP Disorot, Dulu Seirama Sahkan UU Soal PPN 12 Persen, Kini Tak Terima!

Warga lainnya, S Batee yang ditemui topikseru.com juga mengungkapkan hal yang sama. Dia bahkan mengaitkan kondisi yang dialami warga Lorong 4 Lobu dengan pilihan politik.

Dia menduga pembangunan infrastruktur dari dana desa tidak masuk ke tempat mereka lantaran sedikit yang mendukung kepala desa saat pemilihan.

“Memang saat pemilihan kades, termasuk saat istri kades maju jadi caleg, warga lorong 4 sedikit yang mendukung. Makanya lah ada bahasa bahwa warga Lorong 4 tidak bisa diatur,” ujar Batee.

Senada, Ucok turut mengamini beberapa penjelasan warga lain terkait alasan mengapa dana desa tidak mereka rasakan selama ini.

“Karena warga di sini enggak mendukung Kades Mugiarto, makanya kami warga tidak dapat bantuan (dana desa),” ujar Ucok.

“Jalan ke lorong kami ini aja enggak pernah diperbaiki,” imbuhnya.

Ucok menyebut tidak hanya pembangunan infrastruktur, berbagai bantuan seperti ternak, bibit tanaman, pupuk dan lainnya, juga tak pernah warga rasakan beberapa waktu belakangan ini.

“Kami enggak tahu entah dialihkan kemana bantuan tersebut. Jangan sampai bantuan untuk warga ini dinikmati secara pribadi atau kelompok-kelompok tertentu saja,” harap Ucok.

Warga Lorong 4 Lobu, Desa Kebun Pisang, berharap ada tim pemeriksa yang turun ke tempat mereka untuk melihat langsung bagaimana kondisi infrastruktur yang selama ini masyarakat rasakan.

Selain itu, warga juga berharap agar dana desa yang masuk ke desa mereka bisa diaudit sehingga tidak menimbulkan desas-desus di tengah masyarakat.

“Ada dugaan-dugaan soal dana desa ini dipergunakan untuk apa. Makanya kami warga meminta aparat penegak hukum bisa mengaudit kemana dana desa mengalir,” pungkasnya.