Nasional

Menteri Agus Andrianto Copot Seluruh Pejabat Imigrasi Soetta Buntut Kasus Pungli WN China

×

Menteri Agus Andrianto Copot Seluruh Pejabat Imigrasi Soetta Buntut Kasus Pungli WN China

Sebarkan artikel ini
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto. Foto: Dok.Humas Imipas

Ringkasan Berita

  • Berdasarkan informasi ada 30 pejabat Imigrasi Bandara Soetta, terdiri dari kepala bidang (Kabid), Kasubbid, kepala se…
  • Setelah kami terima semua datanya, langsung kami tarik semua (petugas) yang (nama-namanya) ada di data (Kedubes China…
  • Mantan Wakapolri ini menyebut pencopotan para pejabat di Imigrasi Bandara Internasional Soekarno Hatta ini setelah pi…

TOPIKSERU.COM – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto mencopot semua pejabat di Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Soetta) yang jumlahnya mencapai puluhan orang. Tindakan tegas ini terkait adanya dugaan pungutan liar terhadap warga negara asing (WNA).

Berdasarkan informasi ada 30 pejabat Imigrasi Bandara Soetta, terdiri dari kepala bidang (Kabid), Kasubbid, kepala seksi (Kasie) dan petugas lapangan, sedang dalam pemeriksaan.

Menteri Agus Andrianto membenarkan bahwa penyebab pencopotan tersebut terkait pungutan liar oleh petugas. Namun, dia membantah bahwa kasus tersebut berkaitan dengan video WN China yang merupakan TikToker dan belakangan videonya viral.

“Kalau yang video (TikToker buat video pungli), itu betul bahwa hoaks. Ini dalam kasus yang berbeda, data yang berbeda. Setelah kami terima semua datanya, langsung kami tarik semua (petugas) yang (nama-namanya) ada di data (Kedubes China) dari penugasan di Soetta, kami ganti,” kata Menteri Imipas, Sabtu (1/2).

Mantan Wakapolri ini menyebut pencopotan para pejabat di Imigrasi Bandara Internasional Soekarno Hatta ini setelah pihaknya mendapat informasi dari Kedutaan Besar (Kedubes) China.

Kedubes China melaporkan bahwa ada data-data warganya yang mengalami pungutan liar (pungli) selama 2024 – Januari 2025. Dia memastikan semua petugas Imigrasi Bandara Soetta yang namanya ada dalam data Kedubes China, turut diperiksa.

“Dan saat ini mereka sedang dalam proses pemeriksaan internal,” ujar Menteri Agus.

Baca Juga  Imigrasi Kelas II Pematangsiantar Deportasi WN AS yang Overstay

Sementara terkait video viral WN China yang memperlihatkan uang dengan narasi agar mudah saat pemeriksaan oleh petugas Imigrasi Bandara Internasional Soetta, telah ditangkap dan dideportasi.

Dalam video hoaks yang dibuat oleh WN China tersebut, dia mengaku menjadi korban pungli pada 16 Januari 2025. Video tersebut menjadi heboh di platform media sosial TikTok.

Menteri Agus Andrianto mengatakan perombakan menyeluruh terhadap pejabat Imigrasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai upaya menjaga integritas dan kualitas pelayanan.

Mantan Kabareskrim Polri ini memastikan oknum pejabat Imigrasi yang melakukan praktik pungli dijatuhi sanksi sesuai derajat pelanggaran.

“Untuk menjaga integritas dan pelayanan, kami langsung menarik dan memeriksa petugas yang diduga terlibat. Tindakan tegas juga akan kami lakukan jika mereka terbukti melakukan kesalahan,” kata Agus.

Kementrian Imipas turut berterima kasih atas informasi dari Kedutaan Besar China sehingga bisa ditindak lanjuti. Hal ini juga menjadi momentum Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi untuk berbenah.

“Kami terima kasih dengan informasi dari kedutaan RRC atas perilaku anggota di lapangan, dan kami akan terus berbenah demi kebaikan institusi Imigrasi khususnya, termasuk di permasyarakatan,” ujar Agus.

Dia memastikan Kementerian Imipas, sebagai kementerian baru pada Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto, akan selalu terbuka terhadap saran, kritik dan masukan selama dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau tidak diinformasikan kedutaan (Kedubes China), tentu kami kan enggak tahu. Dengan begini kami bersyukur sehingga bisa segera, tanpa tunggu lama kami ambil langkah perbaikan. Dan ini menjadi peringatan untuk jajaran Unit Pelayanan, untuk amanah dan tak ceroboh dalam menjalankan tugas,” tegas Menteri Agus.