Ringkasan Berita
- "Dan yang paling penting adalah terbebas dari potensi penyalahgunaan seperti pungutan liar (pungli) dan lain-lain," k…
- Menteri Agus berharap ke depan dengan sistem pemeriksaan yang berbasis digital, proses Keimigrasian menjadi lebih mud…
- "Dan perintah tidak memberikan tip dapat dikeluarkan kepada agen perjalanan Tiongkok, sehingga mereka tidak menyarank…
TOPIKSERU.COM – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto mengatakan menjaga integritas dan kualitas pelayanan tidak hanya melalui tindakan tegas, tetapi dengan pemutakhiran teknologi sistem pemeriksaan keimigrasian yang berbasis digital.
Menteri Agus berharap ke depan dengan sistem pemeriksaan yang berbasis digital, proses Keimigrasian menjadi lebih mudah, transparan, dan efesien.
“Dan yang paling penting adalah terbebas dari potensi penyalahgunaan seperti pungutan liar (pungli) dan lain-lain,” kata Menteri Imipas Agus, Sabtu (1/2).
Kedubes China Apresiasi Langkah Menteri Agus
Kedutaan Besar (Kedubes) China di Republik Indonesia memberikan apresiasi dan salam hormat kepada Kementrian Luar Negeri (Kemlu) yang telah menjembatani penyelesaian permasalahan pungli terhadap WN China.
Kedubes China juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI.
“Tahun lalu, dengan bantuan dari Departemen Konsuler Kementerian yang terhormat, Kedutaan Besar Tiongkok telah menjaga kontak dan koordinasi erat dengan Kantor Imigrasi Bandara Internasional Jakarta, dan telah menyelesaikan setidaknya 44 kasus pemerasan, dengan jumlah total sekitar Rp 32.750.000 dikembalikan kepada lebih dari 60 warga negara Tiongkok,” tulis Kedubes China dalam suratnya kepada Kemlu.
Kedubes China menyebut pihaknya melampirkan daftar kejadian pungli antara Februari 2024 hingga Januari 2025.
Kedutaan Besar berharap ke depan Imigrasi memasang tanda-tanda seperti ‘Tidak Ada Tip’, ‘Silakan Laporkan Jika Ada Pemerasan’ dalam bahasa Tiongkok, Indonesia, dan Inggris di pos pemeriksaan imigrasi.
“Dan perintah tidak memberikan tip dapat dikeluarkan kepada agen perjalanan Tiongkok, sehingga mereka tidak menyarankan para pelancong Tiongkok untuk menyuap petugas Imigrasi,” tulis Kedubes China.
Ditjen Imigrasi Siap Berbenah
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi Saffar M Godam mengatakan Ditjen Imigrasi mendukung program akselerasi yang dicanangkan Menteri Agus Andrianto melalui beberapa inovasi layanan digital yang dimiliki Ditjen Imigrasi.
Di antaranya permohonan visa secara online, penggunaan autogate untuk pemeriksaan keimigrasian di bandara dan pelabuhan internasional, serta perpanjangan izin tinggal secara mandiri.
“Kami merespon baik semua pihak yang menyampaikan aspirasi, kritik, saran terkait layanan keimigrasian. Semua itu sangat berarti sebagai bahan evaluasi kami untuk menjadi semakin baik,” kata Saffar M Godam.












