Ringkasan Berita
- Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan para pelaku rudapaksa ini telah diamankan dan sedang menja…
- "Terkait kasus tersebut, kami kemarin sudah menangkap para pelaku dan mereka berempat telah mengakui perbuatannya," k…
- Kombes Gidion menjelaskan bahwa keempat pelaku rudapaksa ini masih berusia remaja.
TOPIKSERU.COM, MEDAN – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan akhirnya menangkap empat pelaku rudapaksa terhadap seorang remaja inisial KN (14).
Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan para pelaku rudapaksa ini telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan.
“Terkait kasus tersebut, kami kemarin sudah menangkap para pelaku dan mereka berempat telah mengakui perbuatannya,” kata Kombes Gidion di Medan, Senin (10/2).
Kombes Gidion menjelaskan bahwa keempat pelaku rudapaksa ini masih berusia remaja.
Pihaknya juga saat ini sedang melakukan trauma healing untuk menjaga psikologis korban.
Kasus ini bermula ketika KN pada Sabtu (25/2) malam menemui salah seorang dari pelaku, yang merupakan teman prianya inisial K di kos-kosan.
Di lokasi tersebut korban dan K melakukan hubungan suami istri atas bujuk rayu pelaku.
Usai berhubungan, tersangka K beralasan keluar untuk membeli rokok. Tak lama, pelaku lainnya yang merupakan rekan-rekan K masuk ke kamar kos dan langsung memperkosa korban.
“Korban dipaksa bersetubuh. Lalu, ada dua pria lagi yang datang dan melakukan hal serupa. Korban tak bisa teriak karena mulutnya dibungkam pakai tangan,” kata SC paman korban saat diwawancarai di kediamannya pada Jumat (7/2) lalu.
“Terus pintu kamar juga mereka tutup. Kemudian pulang lah korban ke rumah nangis-nangis. Pelan-pelan kami tanyakan lah apa yang terjadi,” imbuhnya.
Mendengar pengakuan korban, SC akhirnya melaporkan aksi bejat para pelaku ke Polrestabes Medan.
Dia berharap agar polisi dapat segera memproses laporan tersebut. Karena para pelaku masih berkeliaran.
“Ya maunya si K dan tiga kawannya itu segera ditangkap. Karena korban sampai saat ini jadi takut keluar rumah karena mereka berkeliaran di sini,” pungkasnya.













