Ekonomi dan Bisnis

KAI Sumut Peringatkan Bahaya Beraktivitas di Jalur KA

×

KAI Sumut Peringatkan Bahaya Beraktivitas di Jalur KA

Sebarkan artikel ini
KAI Sumut
PT KAI mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di jalur kereta api (KA) yang dapat membahayakan keselamatan. Foto: Dok.Humas PT KAI Divre I Sumut

Ringkasan Berita

  • Vice President PT KAI Divre I Sumatera Utara Sofan Hidayah mengatakan pihaknya masih menemukan masyarakat melakukan a…
  • Sebab, aktivitas tersebut sangat membahayakan keselamatan.
  • Kami ingin mengingatkan bahwa jalur kereta api bukanlah tempat untuk kegiatan selain operasional perkeretaapian,” k…

TOPIKSERU.COM – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Sumut mengimbau masyarakat tidak menggelar kegiatan ‘ngabuburit’ atau aktivitas menunggu berbuka puasa di jalur kereta api. Sebab, aktivitas tersebut sangat membahayakan keselamatan.

Vice President PT KAI Divre I Sumatera Utara Sofan Hidayah mengatakan pihaknya masih menemukan masyarakat melakukan aktivitas di jalur KA saat menjelang berbuka puasa.

“Selama bulan suci Ramadhan, masih ditemukan masyarakat yang berkumpul atau bermain di sekitar jalur rel kereta api, baik saat sahur maupun menjelang berbuka. Kami ingin mengingatkan bahwa jalur kereta api bukanlah tempat untuk kegiatan selain operasional perkeretaapian,” kata Sofan Hidayah, Kamis (6/3).

Dia menegaskan bahwa terdapat larangan bagi masyarakat beraktifitas di jalur KA sebagaimana dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

Dalam Pasal 181 ayat (1), lanjutnya, menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, termasuk melakukan aktivitas seperti menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel serta menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain di luar angkutan kereta api.

“Jika melanggar aturan ini, masyarakat bisa dikenakan sanksi berupa pidana penjara maksimal tiga bulan atau denda hingga Rp 15.000.000 sesuai dengan Pasal 199 Undang-Undang 23 Tahun 2007,” ujar Sofan.

Oleh sebab itu, sebagai upaya pencegahan terhadap ancaman keselamatan masyarakat, KAI Sumut menggelar sosialisasi termasuk mendatangi sekolah-sekolah dan berbagai komunitas untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya beraktivitas di jalur rel.

KAI juga memperkuat patroli keamanan di areal jalur kereta api. Upaya ini mereka lakukan dengan melibatkan stakeholder seperti kepolisian dan TNI dalam membantu mengawasi titik-titik rawan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga  Koalisi Masyarakat Sipil Geruduk Pembahasan RUU TNI Tertutup

“Untuk memastikan keamanan perjalanan kereta api, stasiun, serta jalur rel, KAI bekerja sama dengan aparat setempat guna meningkatkan pengamanan di daerah yang dianggap rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtib),” kata Sofan.

Sofan mengatakan dalam rangka menghadapi periode angkutan Lebaran 2025, pihaknya terus meningkatkan pengawasan di seluruh jalur kereta api melalui berbagai tindakan seperti safety talk, inspeksi berkala, serta pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan semua berjalan dengan aman dan tertib.

“Personel keamanan juga disiagakan di berbagai lokasi strategis, seperti perlintasan sebidang yang tidak terjaga tetapi memiliki tingkat lalu lintas kendaraan yang tinggi. KAI juga melakukan pantauan pada Daerah Perhatian Khusus (DAPSUS), yaitu wilayah yang dinilai memiliki tingkat risiko tinggi terhadap gangguan keamanan maupun keselamatan perjalanan kereta api,” kata Sofan.

Dalam operasional kereta api, KAI selalu mengutamakan keselamatan penumpang serta masyarakat yang tinggal di sekitar jalur rel. Oleh karena itu, KAI mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama dalam menjaga keamanan dengan tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel.

Masyarakat yang melihat adanya aktivitas mencurigakan atau berbahaya di sekitar rel kereta api diimbau untuk segera melaporkannya kepada petugas KAI atau pihak berwenang guna mencegah terjadinya kecelakaan.

Dengan adanya berbagai langkah ini, KAI berharap dapat menciptakan lingkungan perkeretaapian yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi semua pihak, terutama selama momen Ramadhan dan menjelang Lebaran.

“Keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, KAI mengajak seluruh masyarakat untuk menaati aturan dan menjadikan keselamatan perjalanan kereta api sebagai prioritas utama,” pungkasnya.