Ekonomi dan Bisnis

Harga Bitcoin (BTC) Terjatuh ke Level US$106 Ribu di Tengah Kekhawatiran Geopolitik dan Tarif AS

×

Harga Bitcoin (BTC) Terjatuh ke Level US$106 Ribu di Tengah Kekhawatiran Geopolitik dan Tarif AS

Sebarkan artikel ini
Harga Bitcoin (BTC) hari ini jatuh ke US$ 106 ribu, bahkan Altcoin turun lebih parah di tengah kekhawatiran geopolitik dan Tarif AS di perdagangan Jumat 13 Juni 2024
Harga Bitcoin (BTC) hari ini jatuh ke US$ 106 ribu, bahkan Altcoin turun lebih parah di tengah kekhawatiran geopolitik dan Tarif AS di perdagangan Jumat 13 Juni 2024

Ringkasan Berita

  • Harga Bitcoin (BTC) hari ini jatuh ke US$ 106 ribu, bahkan Altcoin turun lebih parah di tengah kekhawatiran geopoliti…
  • Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Jumat (13/6/2025) kapitalisasi pasar kripto global ambles 2,68% menjadi US$ 3,31…
  • Kekhawatiran investor meningkat setelah Trump mengisyaratkan potensi konflik besar di Timur Tengah, menyusul kebuntua…

Topikseru.com – Pada perdagangan Jumat 13 Juni 2024 Pasar kripto anjlok dalam 24 jam terakhir.

Harga Bitcoin (BTC) hari ini jatuh ke US$ 106 ribu, bahkan Altcoin turun lebih parah di tengah kekhawatiran geopolitik dan Tarif AS.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Jumat (13/6/2025) kapitalisasi pasar kripto global ambles 2,68% menjadi US$ 3,31 triliun dalam 24 jam.

Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) hari ini terlihat jatuh 2,2% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 106.017 per koin atau setara Rp 1,72 miliar (kurs, Rp 16.227).

Penurunan lebih parah dialami altcoin seperti Ethereum (ETH) sebesar 4,2% menjadi US$ 2.643 per koin, Solana (SOL) ambles 4,8% menjadi US$ 152,73, XRP terpangkas 3,21% menjadi US$ 2,19, Dogecoin (DOGE) jatuh 5,83% menjadi US$ 0,181, dan Binance (BNB) turun 1,37% menjadi US$ 654 per koin.

Baca Juga  Harga Bitcoin (BTC) Terpangkas 1,55% Bertengger di Level US$107.350 Atau Setara Rp 1,78 Miliar Per Koin

Dikutip dari CoinDesk, pasar kripto kembali goyah. Kekhawatiran investor meningkat setelah Trump mengisyaratkan potensi konflik besar di Timur Tengah, menyusul kebuntuan negosiasi nuklir dengan Iran dan ancaman serangan Israel.

Trump juga kembali mengangkat isu tarif menjelang tenggat waktu perdagangan awal Juli, yang berpotensi mengguncang pasar global.

“Ada kemungkinan konflik besar,” kata Trump di Gedung Putih. Ia juga menyebut telah memperingatkan warga AS di kawasan tersebut untuk segera keluar demi alasan keselamatan.

Meski pasar saham AS berhasil menutup perdagangan dengan kenaikan moderat, pasar kripto tak mampu menahan tekanan dan justru terkoreksi signifikan.

Tekanan terhadap aset berisiko muncul di tengah data ekonomi AS yang menunjukkan perlambatan, termasuk Indeks Harga Produsen (PPI) Mei lebih rendah dari perkiraan.

Ditambah lagi, klaim pengangguran mingguan tetap tinggi di angka 248 ribu, tertinggi sejak November 2021.

Kondisi ini meningkatkan spekulasi bahwa The Fed mungkin harus segera melonggarkan kebijakan moneter, meski sebelumnya bersikap hawkish.

Namun, Trump kembali menyerang Ketua The Fed Jerome Powell dengan menyebutnya sebagai ‘numbskull’ dan mengancam akan memaksakan perubahan kebijakan.