Ekonomi dan Bisnis

PLN Catat Rekor Pendapatan Tertinggi Rp 545,4 Triliun pada 2024, tetapi Laba Bersih Menurun

×

PLN Catat Rekor Pendapatan Tertinggi Rp 545,4 Triliun pada 2024, tetapi Laba Bersih Menurun

Sebarkan artikel ini
PLN Diskon 50 Persen
Kantor Pusat PLN/Foto: Dok. PT PLN (Persero)

Ringkasan Berita

  • Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan pencapaian ini tak lepas dari dukungan dan keberpihakan pemerintah …
  • "Pencapaian ini tidak bisa dilepaskan dari peran besar pemerintah yang mendorong PLN agar tetap tangguh dalam menghad…
  • Penjualan listrik menjadi penopang utama pendapatan usaha PLN yang mencapai Rp353,17 triliun, naik dari Rp333,19 tril…

Topikseru.com – PT PLN (Persero) mencatatkan kinerja keuangan solid sepanjang tahun 2024 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp 545,4 triliun, sekaligus menjadi rekor tertinggi dalam sejarah perusahaan.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan pencapaian ini tak lepas dari dukungan dan keberpihakan pemerintah dalam menjaga ketahanan sektor energi nasional di tengah tekanan ekonomi dan geopolitik global.

“Pencapaian ini tidak bisa dilepaskan dari peran besar pemerintah yang mendorong PLN agar tetap tangguh dalam menghadapi tantangan global,” ujar Darmawan di Kantor Kementerian BUMN, Rabu (18/6/2025).

Penjualan Listrik Lampaui Target Pemerintah

Sepanjang 2024, PLN mencatatkan penjualan tenaga listrik sebesar 306,22 terawatt hour (TWh), tumbuh 6,17 persen dibandingkan 288,44 TWh pada 2023. Capaian tersebut juga melampaui target pemerintah sebesar 299,99 TWh atau setara 102,08 persen dari proyeksi.

Penjualan listrik menjadi penopang utama pendapatan usaha PLN yang mencapai Rp353,17 triliun, naik dari Rp333,19 triliun pada tahun sebelumnya.

Kontribusi terbesar penjualan berasal dari:

1. Sektor rumah tangga: 43 persen (130,43 TWh, naik 6,62 persen)

2. Industri: 30 persen

3. Bisnis: 19 persen

4. Lainnya: 8 persen

Laba Bersih Turun, Jumlah Pelanggan Naik

Meski mencetak rekor pendapatan, laba bersih PLN pada 2024 tercatat sebesar Rp 17,76 triliun, turun Rp 4,31 triliun dibandingkan dengan tahun 2023 yang mencapai Rp 22,07 triliun.

Penurunan ini terjadi di tengah peningkatan investasi dan ekspansi infrastruktur kelistrikan.

Jumlah pelanggan PLN naik 5,88 persen atau bertambah 3,72 juta pelanggan sepanjang 2024.

Peningkatan tersebut ditopang oleh program Listrik Desa (Lisdes) dan pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), yang mendorong rasio elektrifikasi nasional mencapai 99,83 persen.

“Peningkatan jumlah pelanggan di desa-desa menjadi bukti komitmen PLN menghadirkan keadilan energi di seluruh penjuru negeri,” kata Darmawan.

Kontribusi pada Hilirisasi Industri dan Energi Bersih

Dalam sektor industri, PLN mencatatkan penjualan listrik sebesar 92,28 TWh, tumbuh 4,17 persen dari tahun lalu. Capaian ini sejalan dengan program hilirisasi nasional yang didorong pemerintah guna memperkuat kemandirian sektor energi dan manufaktur dalam negeri.

PLN juga menegaskan komitmennya untuk menyediakan listrik yang andal, bersih, dan terjangkau melalui transformasi di bawah holding energi Danantara.

“PLN akan terus hadir sebagai penggerak utama dalam transformasi energi, baik melalui hilirisasi maupun transisi menuju energi bersih yang berkelanjutan,” tegas Darmawan.