Ekonomi dan Bisnis

IHSG Ditutup Melemah Imbas Ketegangan Geopolitik Timur Tengah, Investor Waspada

×

IHSG Ditutup Melemah Imbas Ketegangan Geopolitik Timur Tengah, Investor Waspada

Sebarkan artikel ini
IHSG
Pekerja memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan gawai di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Ringkasan Berita

  • Keputusan ini sejalan dengan sikap hati-hati dari The Federal Reserve (The Fed) dan Bank of England (BoE), yang belum…
  • IHSG terkoreksi sebesar 61,50 poin atau 0,88 persen ke level 6.907,14.
  • Sementara itu, indeks LQ45, yang mencerminkan 45 saham unggulan, juga turut terkoreksi sebesar 9,88 poin atau 1,28 pe…

Topikseru.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tajam pada penutupan perdagangan Jumat (20/6), terseret oleh sentimen negatif global, terutama dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

IHSG terkoreksi sebesar 61,50 poin atau 0,88 persen ke level 6.907,14.

Sementara itu, indeks LQ45, yang mencerminkan 45 saham unggulan, juga turut terkoreksi sebesar 9,88 poin atau 1,28 persen ke posisi 764,93.

“Kekhawatiran terhadap dampak ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya intensitas ketegangan geopolitik masih menjadi sentimen negatif,” ujar Analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, di Jakarta.

Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Pasar global masih dihantui kekhawatiran akan potensi keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik Iran-Israel, yang sejak pekan lalu telah menewaskan ratusan orang dari kedua belah pihak.

Namun, pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan akan menunggu dua pekan sebelum membuat keputusan akhir, memberi sedikit ruang bagi investor untuk menahan aksi jual.

Trump menyebut waktu dua pekan tersebut akan digunakan untuk negosiasi tarif dan menguji kemungkinan kembalinya Iran ke meja perundingan.

Baca Juga  RSUD Pirngadi Angkat Bicara Soal Keributan Kreator Konten Ale: Paksa Masuk Sambil Live

Suku Bunga Global Bertahan

Dari Asia, Bank Sentral China (PBoC) mempertahankan suku bunga acuan Loan Prime Rate (LPR) 1 tahun di 3 persen dan LPR 5 tahun di 3,5 persen.

Keputusan ini sejalan dengan sikap hati-hati dari The Federal Reserve (The Fed) dan Bank of England (BoE), yang belum memberi sinyal kuat untuk penurunan suku bunga di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Sektor Saham: Transportasi Tumbuh, Barang Baku Tertekan

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, hanya dua sektor yang mencatatkan penguatan:

Transportasi dan logistik naik 1,48 persen

Teknologi naik tipis 0,20 persen.

Sementara sembilan sektor lainnya melemah, dipimpin oleh:

Barang baku turun 0,98 persen

Infrastruktur turun 0,88 persen

Energi turun 0,79 persen.

Saham Aktif dan Nilai Transaksi

Saham-saham yang mencatat penguatan terbesar antara lain:

SSTM, PTMR, AGAR, APEX, dan FOLK

Sedangkan saham yang melemah paling dalam yaitu:

MBSS, JATI, OBAT, IOTF, dan FILM

IHSG hari ini mencatat 1.197.173 kali transaksi dengan volume perdagangan mencapai 35,49 miliar lembar saham, dan nilai transaksi sebesar Rp22,69 triliun. Total ada 231 saham menguat, 386 saham melemah, dan 190 saham stagnan.

Bursa Asia Campuran

Pasar saham regional Asia ditutup variatif, di antaranya:

Nikkei (Jepang) melemah 0,21% ke 38.407,50

Hang Seng (Hong Kong) menguat 1,26% ke 23.530,48

Shanghai (China) melemah 0,07% ke 3.359,78

Strait Times (Singapura) melemah 0,28% ke 3.883,64