Ekonomi dan Bisnis

Harga Emas Spot Merosot 1,5% ke Level US$ 3.277,17 Per Ons

×

Harga Emas Spot Merosot 1,5% ke Level US$ 3.277,17 Per Ons

Sebarkan artikel ini
Harga emas spot turun 1,5% ke posisi US$ 3.277,17 per ons pada pukul 14.00 waktu setempat, setelah sempat merosot 2% ke level terendah sejak 29 Mei di awal sesi.
Harga emas spot turun 1,5% ke posisi US$ 3.277,17 per ons pada pukul 14.00 waktu setempat, setelah sempat merosot 2% ke level terendah sejak 29 Mei di awal sesi.

Topikseru.com – Pada perdagangan Jumat (27/6/2025) harga emas turun tajam seiring meningkatnya selera risiko pasar setelah tercapainya kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China. Penurunan ini mengikis daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Berdasarkan data Reuters, harga emas spot turun 1,5% ke posisi US$ 3.277,17 per ons pada pukul 14.00 waktu setempat, setelah sempat merosot 2% ke level terendah sejak 29 Mei di awal sesi.

Emas batangan mencatat penurunan mingguan kedua berturut-turut dengan pelemahan sejauh 2,8%.

Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 1,8% di level US$ 3.287,60 per ons.

Menanggapi hal tersebut, Analis pasar senior RJO Futures, Daniel Pavilonis, menyebut ketegangan geopolitik yang mereda telah mendorong investor melakukan aksi ambil untung.

Menurutnya, prospek konflik bersenjata dengan China maupun ketegangan di Timur Tengah kini tampak mereda.

Kesepakatan antara AS dan China mengenai percepatan pengiriman tanah jarang ke AS menjadi sinyal positif bagi pasar, yang turut mendorong penguatan bursa global.

Baca Juga  Harga Emas Dunia Bergerak Stabil Tidak Berubah di Level US$4.002,35 Per Ons

Di kawasan Timur Tengah, situasi juga cenderung tenang setelah gencatan senjata antara Iran dan Israel terus bertahan.

Dari sisi makroekonomi, data menunjukkan bahwa belanja konsumen AS secara tak terduga menurun pada Mei, dipengaruhi oleh pembelian barang-barang tertentu sebelum tarif diberlakukan. Inflasi bulanan pun tercatat tetap moderat.

Pasca rilis data tersebut, pasar meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga acuan sebesar 75 basis poin pada 2025, dengan pemangkasan pertama kemungkinan terjadi pada September.

Namun, data ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap harga emas yang lebih banyak tertekan oleh faktor geopolitik.

Di sisi lain, logam mulia lainnya juga mengalami pergerakan beragam. Harga perak spot turun 1,4% menjadi US$ 36,10 per ons, sementara platinum turun 5,3% ke US$ 1.341,57.

Kendati demikian, keduanya masih menuju kenaikan mingguan. Sementara itu, palladium naik tipis 0,5% menjadi US$ 1.137,92 dan mencatatkan kenaikan mingguan kedua secara berturut-turut.