Ekonomi dan Bisnis

Apa Itu Tambang Bitcoin? Mesin Pendulang Komoditas Digital Seharga Rp 1,7 Miliar

×

Apa Itu Tambang Bitcoin? Mesin Pendulang Komoditas Digital Seharga Rp 1,7 Miliar

Sebarkan artikel ini
Tambang Bitcoin
Penampakan 50 ribu mesin tambang bitcoin di lokasi penambangan Bitcoin terbesar di Kazakhstan. Foto: BBC

Ringkasan Berita

  • Kata "tambang" diambil sebagai analogi dari menambang emas, di mana dibutuhkan alat, tenaga, dan proses panjang untuk…
  • Apakah benar ada 'emas digital' di balik ribuan mesin bersuara bising?
  • Karena untuk menjalankan mesin penambang, dibutuhkan listrik dalam jumlah luar biasa.

Topikseru.com – Belakangan ini, istilah “tambang Bitcoin” makin sering terdengar, terutama setelah polisi menggerebek sejumlah lokasi yang diam-diam digunakan untuk menambang mata uang kripto ini.

Namun, apa sebenarnya yang ditambang? Apakah benar ada ‘emas digital’ di balik ribuan mesin bersuara bising?

Apa Itu Tambang Bitcoin?

Tambang Bitcoin, atau Bitcoin mining, adalah proses memvalidasi transaksi di jaringan Bitcoin menggunakan kekuatan komputasi tinggi. Setiap transaksi Bitcoin perlu diverifikasi oleh jaringan agar dianggap sah dan masuk ke dalam blockchain – semacam buku besar digital yang mencatat seluruh transaksi kripto.

Proses ini dilakukan oleh komputer-komputer khusus bernama mining rig, yang memecahkan teka-teki matematika kompleks. Mesin yang berhasil menemukan solusi terlebih dahulu akan mendapatkan imbalan berupa Bitcoin baru.

Kata “tambang” diambil sebagai analogi dari menambang emas, di mana dibutuhkan alat, tenaga, dan proses panjang untuk memperoleh hasil. Bedanya, tambang Bitcoin tidak memerlukan cangkul atau batu. Yang dibutuhkan adalah perangkat keras (hardware) kuat, koneksi internet stabil, dan listrik besar.

Baca Juga  Harga Bitcoin Naik 7,00% Bertengger di Level $92,759 Atau Setara Dengan Rp1.546.681.810 Per Koin

Mengapa Tambang Bitcoin Dipermasalahkan?

Karena untuk menjalankan mesin penambang, dibutuhkan listrik dalam jumlah luar biasa. Satu mesin bisa mengonsumsi daya hingga 1.500 watt, dan sebuah lokasi bisa memiliki puluhan hingga ratusan mesin.

Ini menjadi persoalan ketika listrik yang digunakan:

Tidak sesuai peruntukan, seperti memakai tarif rumah tangga untuk aktivitas industri.

Disambung secara ilegal, tanpa meteran resmi dari PLN.

Menimbulkan gangguan lingkungan, seperti suara bising dan panas berlebih.

Apakah Tambang Bitcoin Ilegal?

Di Indonesia, Bitcoin sebagai komoditas digital sah untuk diperjualbelikan, namun bukan sebagai alat pembayaran.

Aktivitas menambang tidak sepenuhnya dilarang, asalkan memiliki izin usaha yang sesuai, tidak menyalahgunakan jaringan listrik, dan memenuhi standar keselamatan.

Beberapa kasus penggerebekan terjadi bukan karena aktivitas kriptonya, tapi karena:

• Penggunaan listrik ilegal

• Tidak memiliki izin usaha

• Menimbulkan gangguan lingkungan dan sosial.

Bagaimana Tambang Bitcoin Menghasilkan Uang?

Setiap kali berhasil memverifikasi blok transaksi, seorang penambang akan mendapatkan reward (hadiah) berupa Bitcoin, ditambah biaya transaksi dari pengguna jaringan. Saat ini, reward yang diterima adalah 3,125 Bitcoin per blok (pasca halving 2024).

Dengan harga Bitcoin per Juli 2025 yang menembus Rp 1,7 miliar lebih per BTC, hasil satu blok saja bisa bernilai miliaran rupiah – yang membuat bisnis ini begitu menggiurkan.