Ringkasan Berita
- Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, IHSG menguat 22,35 poin atau 0,32 persen ke posisi 6.966,27, didorong antusiasme…
- Kelompok saham unggulan LQ45 pun turut mendaki 0,34 persen ke level 771,37, menandakan kepercayaan pasar masih terjag…
- "Pergerakan IHSG hari ini kembali disokong oleh euforia transaksi saham IPO, yang pekan ini ramai melesat hingga Auto…
Topikseru.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Kamis pagi, 10 Juli 2025, dengan langkah optimistis. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, IHSG menguat 22,35 poin atau 0,32 persen ke posisi 6.966,27, didorong antusiasme investor memburu saham-saham pendatang baru.
Kelompok saham unggulan LQ45 pun turut mendaki 0,34 persen ke level 771,37, menandakan kepercayaan pasar masih terjaga meski tekanan eksternal membayangi.
“Pergerakan IHSG hari ini kembali disokong oleh euforia transaksi saham IPO, yang pekan ini ramai melesat hingga Auto Reject Atas (ARA),” kata Tim Riset Lotus Andalan dalam riset pagi ini.
IPO Jadi Motor Penggerak IHSG
Hingga pertengahan pekan, BEI mencatat empat saham baru resmi melantai di papan bursa hari ini, menambah daftar panjang debutan pekan ini.
Dua emiten tercatat pada Selasa (08/07) dan dua lagi pada Rabu (09/07), yang langsung mencetak lonjakan signifikan.
Kinerja apik IPO ini memperlihatkan betapa pasar modal Indonesia masih jadi primadona untuk pendanaan jangka panjang. Sinyal positif ini sejalan dengan program RISE To IPO dari Kementerian UMKM, yang mendorong semakin banyak perusahaan menengah masuk bursa.
Awan Gelap Tarif Trump
Di balik euforia IPO, pelaku pasar tetap mencermati faktor eksternal. Kebijakan Presiden AS Donald Trump soal tarif impor baru ke enam negara tambahan, termasuk Filipina dan Irak, berpotensi memicu sentimen negatif lanjutan.
Surat penetapan tarif itu melengkapi kebijakan serupa kepada 14 negara lain, termasuk Korea Selatan dan Jepang. Ketidakpastian arah kebijakan Trump disebut bisa menahan laju pasar di beberapa sektor.
Pasar Regional Campur Aduk
Dari Asia, sentimen inflasi China memengaruhi pergerakan indeks kawasan. Indeks Harga Konsumen (IHK) China tercatat naik tipis 0,1 persen (yoy) pada Juni 2025, sedangkan Indeks Harga Produsen (PPI) justru turun 3,6 persen (yoy).
Sementara itu, bursa Asia pagi ini bergerak variatif. Indeks Nikkei melemah 0,57 persen ke 39.725,69. Indeks Shanghai Composite menguat 0,40 persen ke 3.450,87, Hang Seng naik 1,24 persen ke 23.965,55, dan Strait Times menanjak 0,44 persen ke 4.010.
Wall Street kemarin (09/07) juga menutup sesi dengan sentimen positif di Nasdaq dan S&P 500, meski Dow Jones terkoreksi tipis.
Pelaku Pasar Tunggu The Fed
Selain faktor eksternal tarif, pelaku pasar juga menanti arah kebijakan The Fed. Risalah FOMC Meeting yang dirilis pada 08 Juli kemarin menegaskan suku bunga bertahan di level 4,25-4,50 persen, sinyal bahwa kebijakan moneter ketat masih berlanjut.












