Ringkasan Berita
- Berdasarkan data yang dilansir dari CoinMarketCap, kini kapitalisasi pasar Harga Bitcoin berada di sekitar $2.36 tril…
- Menurut data dari SosoValue, ETF Bitcoin spot mengalami arus keluar sebesar $199 juta minggu ini, mengakhiri tren pos…
- Sepanjang periode ini, harga Bitcoin sempat menyentuh level terendahnya di Rp1.913.357.776 dan harga tertingginya di …
Topikseru.com – Harga Bitcoin (BTC) tercatat di perdagangan hari ini Kamis 24 Juli 2025 berada di level $118,938 atau setara dengan Rp1.936.870.757, mengalami koreksi tipis 0,44% dalam 24 jam terakhir.
Sepanjang periode ini, harga Bitcoin sempat menyentuh level terendahnya di Rp1.913.357.776 dan harga tertingginya di Rp1.945.452.229.
Berdasarkan data yang dilansir dari CoinMarketCap, kini kapitalisasi pasar Harga Bitcoin berada di sekitar $2.36 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang turun 13% menjadi $65.94 miliar.
Menurut data dari SosoValue, ETF Bitcoin spot mengalami arus keluar sebesar $199 juta minggu ini, mengakhiri tren positif selama enam minggu berturut-turut.
Perubahan ini menunjukkan adanya pergeseran sentimen di kalangan investor institusi, yang sebelumnya secara konsisten menambah eksposur mereka terhadap BTC melalui ETF selama reli pasar belakangan ini.
Penarikan dana ini terjadi setelah harga Bitcoin melonjak ke rekor tertinggi baru sebesar $122.054 pada 14 Juli.
Sejumlah investor yang menunggu breakout tegas di atas $120.000 tampaknya memanfaatkan momen ini untuk menjual dan mengunci keuntungan.
Arus dana ETF sering dianggap sebagai indikator utama kepercayaan investor institusional.
Penurunan tajam dalam arus masuk, terutama setelah periode akumulasi yang kuat, mengisyaratkan bahwa selera risiko institusi mulai mereda.
Bahkan pemegang jangka panjang — yang sering dijuluki memiliki “tangan berlian” — tampaknya ikut mengambil untung.
Meskipun hal ini belum tentu menandakan sentimen bearish jangka panjang, kondisi ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pasar dalam jangka pendek.
Selain itu, data dari Glassnode menunjukkan bahwa aktivitas on-chain juga melemah, yang bisa memperbesar risiko penurunan harga BTC.
Penyedia data tersebut melaporkan bahwa jumlah alamat unik aktif di jaringan Bitcoin terus menurun selama tujuh hari terakhir, dan pada hari kemarin, tercatat hanya 721.086 alamat — angka terendah dalam seminggu.
Ketika modal institusi mulai ditarik dan aktivitas ritel juga melambat, hal ini menunjukkan adanya jeda pasar secara menyeluruh, yang meningkatkan kemungkinan koreksi harga BTC dalam waktu dekat.
BTC Incar Breakout di $120.000, Tapi Permintaan Lemah Ancam Penurunan
Data grafik harian BTC/USD menunjukkan bahwa Bitcoin sebagian besar bergerak dalam kisaran sempit sejak mencapai rekor tertinggi $122.054 pada 14 Juli. Saat ini, BTC menghadapi level resistensi di $120.811, dengan level support berada di $116.952.
Karena permintaan yang mulai melemah, BTC berisiko menguji level support tersebut. Jika gagal bertahan, harga Bitcoin bisa turun lebih jauh ke $114.354.
Namun, jika permintaan baru muncul di pasar, BTC berpotensi menembus batas $120.811 dan mencoba kembali ke level tertinggi sepanjang masanya.
Disclaimer: Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: BeInCrypto. Bitcoin Slides as ETF Inflows Reverse and Network Activity Dips. Diakses pada 24 Juli 2025













