Ringkasan Berita
- Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memastikan pemerintah Negeri Jiran sedang menyiapkan penurunan harga BBM sub…
- Saat ini, harga BBM subsidi RON 95 di Malaysia dipatok 2,05 ringgit atau setara Rp 7.912 per liter.
- Harga BBM Malaysia Lebih Murah dari Indonesia Sebagai perbandingan, harga BBM jenis Pertalite (RON 90) di Indonesia s…
Topikseru.com – Harga BBM Malaysia kembali bikin iri warga Indonesia. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memastikan pemerintah Negeri Jiran sedang menyiapkan penurunan harga BBM subsidi RON 95, yang membuat bensin di sana semakin murah.
Saat ini, harga BBM subsidi RON 95 di Malaysia dipatok 2,05 ringgit atau setara Rp 7.912 per liter.
Rencananya, harga tersebut akan diturunkan menjadi 1,99 ringgit per liter atau sekitar Rp 7.680 per liter, khusus untuk warga negara Malaysia.
“Setelah subsidi RON 95 yang ditargetkan diimplementasikan, pemerintah akan mengurangi harga bensin RON 95 menjadi RM 1,99 per liter secara eksklusif untuk warga negara Malaysia, sementara warga negara asing harus membayar harga pasar yang tidak disubsidi,” ujar Anwar Ibrahim, dikutip dari The Star, Rabu, 23 Juli 2025.
Harga BBM Malaysia Lebih Murah dari Indonesia
Sebagai perbandingan, harga BBM jenis Pertalite (RON 90) di Indonesia saat ini berkisar Rp 10.000 per liter. Sementara BBM RON 92 (Pertamax) dibanderol sekitar Rp 13.500 per liter.
Artinya, meski sama-sama impor, harga BBM di Malaysia tetap lebih murah—bahkan kini mau diturunkan lagi.
BBM RON 95 non-subsidi di Malaysia sendiri masih relatif terjangkau, yakni 2,50 ringgit per liter atau sekitar Rp 9.648.
18 Juta Pengendara Diuntungkan
Anwar menegaskan, kebijakan ini akan menguntungkan sekitar 18 juta pengendara kendaraan bermotor di Malaysia. Subsidi tepat sasaran ini diharapkan bisa membantu anak muda berusia mulai 16 tahun, pekerja lepas, hingga kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Meski begitu, Anwar belum membeberkan kapan penurunan harga BBM subsidi ini akan resmi berlaku. Ia berjanji detail teknis akan diumumkan paling lambat akhir September 2025.
Harga Pasar untuk Warga Asing
Menariknya, skema subsidi ini hanya berlaku untuk warga negara Malaysia. Warga negara asing – termasuk para pekerja migran – harus membeli BBM dengan harga pasar, yakni harga non-subsidi.
Kebijakan ini menegaskan arah pemerintah Malaysia yang semakin agresif mengontrol subsidi agar benar-benar tepat sasaran.







