Ekonomi dan Bisnis

Harga Mata Uang Kripto di Perdagangan Sabtu (2/8/2025): Bitcoin (BTC) Terpangkas 2,01% dan Ethereum (ETH) Terjatuh 5,3%

×

Harga Mata Uang Kripto di Perdagangan Sabtu (2/8/2025): Bitcoin (BTC) Terpangkas 2,01% dan Ethereum (ETH) Terjatuh 5,3%

Sebarkan artikel ini
Kripto
Harga Bitcoin (BTC) hari ini jatuh lagi karena arus profit taking yang semakin deras dan dominasi pemegang koin yang sudah untung menjadi penghambat kenaikan harga lebih lanjut.

Ringkasan Berita

  • Salah satunya Harga Bitcoin (BTC) hari ini jatuh lagi karena arus profit taking yang semakin deras dan dominasi pemeg…
  • Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Sabtu (2/8/2025) pukul 9.40 WIB, kapitalisasi pasar kripto global jatuh 2,37% me…
  • Dikutip dari Trading View, kenaikan harga Bitcoin yang sempat mendekati level US$ 120.000 kini mengalami konsolidasi …

Topikseru.com – Pada perdagangan hari ini Sabtu 2 Agustus 2025 mata uang kripto kembali rontok dalam 24 jam terakhir di pasar spot.

Salah satunya Harga Bitcoin (BTC) hari ini jatuh lagi karena arus profit taking yang semakin deras dan dominasi pemegang koin yang sudah untung menjadi penghambat kenaikan harga lebih lanjut.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Sabtu (2/8/2025) pukul 9.40 WIB, kapitalisasi pasar kripto global jatuh 2,37% menjadi US$ 3,7 triliun dalam 24 jam.

Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) hari ini terlihat terpangkas 2,01% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 113.646 per koin atau setara Rp 1,86 miliar (kurs, Rp 16.383).

Pelemahan juga terjadi pada Ethereum (ETH) sebesar 5,3% menjadi US$ 3.521, Binance (BNB) terkoreksi 2,83% menjadi US$ 765.

XRP ikut terpangkas 1,29% menjadi US$ 2,97, Solana (SOL) terkoreksi 4,18% menjadi US$ 164, dan Dogecoin (DOGE) ambles 3,61% menjadi US$ 0,2.

Dikutip dari Trading View, kenaikan harga Bitcoin yang sempat mendekati level US$ 120.000 kini mengalami konsolidasi dan dinilai sebagai ‘breakout yang gagal’ oleh firma analisis Swissblock.

Dalam pembaruan risetnya, Swissblock menilai bahwa arus profit taking dan dominasi pemegang koin yang sudah untung menjadi penghambat kenaikan harga lebih lanjut.

“Momentum gagal menyala. Profit-taking meningkat, tapi belum seintens akhir 2024. Ini cukup untuk menahan harga dan memicu konsolidasi,” tulis Swissblock dalam thread terbarunya di media sosial.

Baca Juga  Harga Bitcoin (BTC) Melorot 1,34% Berada di Level USD 108.224,73 Per Koin atau Setara Rp1,751 Miliar Tetapi Masih Menguat 0,97% Sepekan

Salah satu data paling mencolok dari Swissblock adalah bahwa 96% pasokan Bitcoin saat ini berada dalam kondisi profit.

Data ini, yang dikutip dari Glassnode, menunjukkan bahwa banyak investor yang berpotensi tergoda untuk menjual karena posisi mereka sudah untung.

“Holder kuat masih bertahan, tetapi keuntungan yang belum direalisasikan menggoda untuk dijual. Sampai permintaan kembali, setiap kenaikan harga akan mengundang tekanan jual,” tulis Swissblock.

Bukan Koreksi Besar
Meski demikian, Swissblock tidak melihat ini sebagai tanda kehancuran tren. Mereka menyebut kondisi ini sebagai ‘cooling off’, bukan kapitulasi.

Struktur pasar menunjukkan tekanan jual memang ada, tapi tidak ekstrem, dan permintaan masih cukup kuat untuk menyerap penawaran.

Indeks Fundamental Bitcoin yang disusun Swissblock saat ini berada di level 60 alias netral, dengan pertumbuhan jaringan yang mulai mendingin tetapi likuiditas terus membaik.

Menurut mereka, ini menciptakan lingkungan yang cenderung mendukung pergerakan sideways ketimbang lonjakan tajam.

“Bitcoin bisa bergerak mendatar lebih lama, hingga momentum kembali dan pasar siap untuk breakout dengan keyakinan,” jelas Swissblock.

Di luar Bitcoin, Swissblock juga mencermati pergerakan altcoin. Mereka mencatat bahwa Ethereum (ETH) secara struktural masih mengungguli BTC, meskipun sebagian besar altcoin melemah.

Hanya 5% dari 100 altcoin teratas yang menunjukkan sinyal positif, mencerminkan selektivitas selera risiko investor.

“Altseason masih aktif, tapi di bawah tekanan,” tulis Swissblock, mengisyaratkan bahwa rotasi menuju aset risiko belum menyebar secara merata dan bisa saja kembali memanas jika Bitcoin kembali naik.

Swissblock menilai pasar saat ini sedang mencerna keuntungan, bukan mengalami pembalikan arah. Dengan tekanan jual yang mulai mereda, pemulihan momentum dianggap sebagai kunci utama.

“Breakout berikutnya tidak bisa diasumsikan begitu saja. Harus diperjuangkan. Jika momentum kembali menyala, ETH dan altcoin bisa meroket, mengikuti jejak BTC,” tutup Swissblock.