Topikseru.com – Pada awal perdagangan hari ini. Selasa (26/8/2025) rupiah spot terjatuh dibuka di level Rp 16.264 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ini membuat rupiah spot melemah 0,03% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.259 per dolar AS.
Hingga pukul 09.00 WIB, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Di mana, ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,13%.
Berikutnya ada peso Filipina yang terkoreksi 0,08% dan dolar Taiwan yang tertekan 0,06%. Disusul, won Korea Selatan yang turun 0,04%.
Sementara itu, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,33%.
Kemudian ada dolar Singapura yang terkerek 0,09% dan baht Thailand yang terangkat 0,06%. Lalu ada dolar Hongkong yang terapresiasi 0,03%.
Selanjutnya, yuan China yang menguat tipis 0,006% terhadap the greenback pada pagi ini.
Nilai rupiah menguat seiring meningkatnya prospek penurunan suku bunga oleh Federal Reserve.
Berdasarkan Bloomberg, rupiah spot ditutup pada level Rp 16.259 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Senin (25/8/2025). Ini membuat rupiah menguat 0,57% dari penutupan perdagangan sebelumnya.
Adapun mengacu Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah ditutup pada posisi Rp 16.255 per dolar AS atau menguat 0,52% dari penutupan perdagangan sebelumnya.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat, rupiah dan mayoritas mata uang menguat terhadap dolar AS di tengah sentimen risk-on.
Sentimen ini seiring menguatnya prospek pemangkasan suku bunga oleh The Fed.
“Ini menyusul sikap less hawkish dari Ketua The Fed Jerome Powell di simposium Jackson Hole,” katanya.
Namun demikian, Lukman memperkirakan sikap dovish Powell tidak akan terus menekan dolar AS ke depan.
Adapun untuk Selasa (26/8/2025), Lukman bilang, investor menantikan rilis data PCE AS yang diperkirakan masih akan bertahan di atas target. Data PCE AS menjadi acuan The Fed dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.
Pada Selasa (26/8/2025), Lukman memprediksi mata uang Garuda akan ditutup di dalam rentang Rp 16.200 – Rp 16.350 per dolar AS













