Ringkasan Berita
- Rabu (27/8/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin menguat 23,533 poin atau 0,3% ke 7.929,29 di pasar spot.
- Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan secara teknikal, indikator stochastic RSI menunjukkan…
- Sementara itu, IDX Sektor Keuangan menjadi sektor dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,64% hingga akhir sesi per…
Topikseru.com – Pada perdagangan sesi pertama hari ini. Rabu (27/8/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin menguat 23,533 poin atau 0,3% ke 7.929,29 di pasar spot.
Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan secara teknikal, indikator stochastic RSI menunjukkan potensi golden cross di area pivot, sementara indicator MACD masih menunjukan histogram yang melandai.
“Dengan kondisi tersebut, kami memperkirakan IHSG berpeluang bergerak dalam rentang 7900–7950 pada sesi kedua perdagangan hari ini,” kata Valdy dalam risetnya.
Penguatan IHSG di sesi I-2025 disokong mayoritas indeks sektoral. Indeks dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Perindustrian yang melonjak 2,52% hingga sesi pertama berakhir.
Selanjutnya, IDX Sektor Barang Baku naik 1,53%, IDX Sektor Transportasi dan Logistik menguat 1,52%, dan IDX Sektor Infrastruktur naik 0,93%.
Berikutnya ada IDX Sektor Properti dan Real Estate naik 0,82%, IDX Sektor Kesehatan dan IDX Sektor Teknologi sama-sama menguat 0,13% dan IDX Sektor Energi naik 0,03%.
Sementara itu, IDX Sektor Keuangan menjadi sektor dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,64% hingga akhir sesi pertama.
Diikuti, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer yang turun 0,39% dan IDX Sektor Barang Konsumen Primer turun 0,26%.
Total volume transaksi bursa mencapai 22,66 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 10,98 triliun. Sebanyak 352 saham naik harga, 283 turun harga dan 167 flat.
Seluruh saham pada indeks LQ45 menguat di sesi pertama hari ini.
Top gainers LQ45 siang ini terdiri dari:
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 5,96%
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 4,93%
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) naik 4,32%
Top losers LQ45 siang ini adalah:
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) turun 7,77%
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun 3,6%
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun 2,88%
Cara menghitung IHSG dan membacanya, kamu sudah tahu belum?

Apa itu IHSG dan Fungsinya Bagi Investor?
Mimin juga janji ya akan ajarin kalian bagaimana sih cara menghitung IHSG biar kamu makin jago nih seputar investasi! Yuk langsung simak!
1. Bagaimana Cara Menghitung IHSG
Metodologi perhitungan IHSG adalah sama dengan cara menghitung indeks bursa saham lainnya di seluruh dunia, yaitu menggunakan rata-rata berimbang berdasarkan jumlah saham di bursa atau Market Value Weighted Average Index.
Cara Menghitung IHSG
Rumus Indeks Harga Saham Gabungan yaitu:
Indeks = (Nilai Pasar / Nilai Dasar) x 100
2. Penjelasan Perhitungan IHSG
Dasar perhitungan IHSG adalah jumlah Nilai Pasar dari total saham yang tercatat pada tanggal 10 Agustus 1982. Jumlah Nilai Pasar adalah total perkalian setiap saham tercatat (kecuali untuk perusahaan yang berada dalam program restrukturisasi) dengan harga di BEJ pada hari tersebut.
Perhitungan Indeks merepresentasikan pergerakan harga saham di pasar/bursa yang terjadi melalui sistem perdagangan lelang.
Nilai Dasar akan disesuaikan secara cepat bila terjadi perubahan modal emiten atau terdapat faktor lain yang tidak terkait dengan harga saham. Penyesuaian akan dilakukan bila ada tambahan emiten baru, HMETD (right issue), partial/company listing, waran dan obligasi konversi demikian juga delisting.
Dalam hal terjadi stock split, dividen saham atau saham bonus, Nilai Dasar tidak disesuaikan karena Nilai Pasar tidak terpengaruh. Harga saham yang digunakan dalam menghitung IHSG adalah harga saham di pasar reguler yang didasarkan pada harga yang terjadi berdasarkan sistem lelang.
3. Bagaimana Cara Menentukan Nilai Pasar?
Rumus Nilai Pasar: Nilai Pasar = p₁q₁ + p₂q₂ + … + piqi + pnqn
Keterangan:
p = harga yang terjadi untuk emiten ke-i.
q = jumlah saham yang digunakan untuk penghitungan indeks untuk emiten ke-i
n = jumlah emiten yang tercatat di bursa efek.
4. Bagaimana Cara Membaca IHSG
Nah, buat kamu para trader atau investor saham pemula, kamu wajib untuk tahu apa itu IHSG, cara hitung, dan juga cara membacanya.
Pasalnya, membaca tren pergerakan IHSG adalah penting untuk menentukan keputusan-keputusan dalam berinvestasi saham.
Dengan pergerakan itu, kamu bisa mengetahui kapan waktu yang tepat untuk membeli dan kapan waktu yang tepat untuk menjual saham.
Mudahnya, jika kamu melihat IHSG naik secara tajam dalam sehari, maka mimin sarankan untuk menghindari membeli saham saat momen tersebut.
Begitupun sebaliknya, jika kamu melihat tren IHSG yang menurun tajam, maka kamu sangat mimin sarankan untuk melakukan pembeliaan saham.
Tapi, agar kamu bisa lebih yakin atas pertimbangan tersebut, lebih baik kamu lakukan analisis fundamental terlebih dahulu.
Grafik IHSG
Grafik IHSG dapat kamu lihat melalui aplikasi atau website investasi.
Ketika IHSG memiliki tren naik, umumnya IHSG bisa kita bilang hijau atau bullish. Pada saat itu investor disarankan untuk menjual saham agar mendapatkan keuntungan.
Selain itu investor juga dapat memilih untuk melakukan hold (simpan dan tidak menjual), dengan harapan harga saham akan terus meningkat dan memberikan keuntungan yang lebih besar.
a. Stock Bubble
Stock bubble merupakan peningkatan harga saham tertentu secara signifikan yang terkesan tidak normal dan dapat melebihi harga pasaran saham. Peristiwa ini terjadi ketika terdapat hal yang tak terduga.
Untuk itu investor perlu mawas diri, jangan tamak ketika melihat potensi keuntungan saat IHSG naik karena bisa saja indeks mengalami bubble sehingga rawan koreksi.
b. Bearish
Lawan dari bullish adalah bearish atau kita katakan merah (IHSG turun). Pada saat IHSG turun, investor disarankan untuk membeli saham dan hold (simpan dan tidak menjual) saham yang sudah dimiliki dengan harapan harga saham akan semakin meningkat di masa depan.
Rekomendasi selanjutnya melakukan cut loss, yaitu memutuskan untuk menjual sahamnya kembali di saat harga saham relatif turun untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
Pada saat saham turun investor jangan panik, melainkan perlu bersabar dan melakukan analisis lebih lanjut mengenai portofolio yang dimiliki. Tentunya setiap keputusan dalam berinvestasi perlu kita landasi oleh analisis fundamental.













