Ringkasan Berita
- Ini membuat nilai tukar rupiah melemah 0,33% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 16.299 p…
- Yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,36%.
- Pergerakan rupiah sejalan dengan mata uang di Asia.
Topikseru.com – Pada perdagangan siang ini Rabu (27/8/2025) nilai tukar rupiah terus tertekan berada di level Rp 16.353 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.
Ini membuat nilai tukar rupiah melemah 0,33% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 16.299 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan mata uang di Asia.
Yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,36%. Disusul, baht Thailand yang ambles 0,31%.
Selanjutnya ada ringgit Malaysia yang terkikis 0,24%. Lalu ada dolar Singapura dan peso Filipina yang sama-sama tertekan 0,19%.
Berikutnya, won Korea Selatan terkoreksi 0,18% dan dolar Taiwan terdepresiasi 0,07%. Diikuti, yuan China yang melemah 0,06%.
Sementara itu, dolar Hongkong menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang menguat setelah naik 0,2% terhadap the greenback.
Nilai rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Selasa (26/8/2025).Diproyeksikan faktor eksternal masih akan membayangi pergerakan mata uang Garuda hingga Rabu (27/8/2025).
Melansir Bloomberg, rupiah spot ditutup melemah 0,24% ke posisi Rp 16.299 per dolar Amerika Serikat (AS).
Sedangkan mengacu Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah ditutup melemah 0,14% ke level Rp 16.277 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mencermati, rupiah dan mata uang regional pada umumnya melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off.
“Hal ini seiring kekhawatiran pasar akan intervensi Presiden AS Donald Trump yang mengguncang kepercayaan global terhadap independensi Bank Sentral AS,” katanya.
Untuk hari ini Rabu (27/8/2025), Lukman mencermati, pergerakan mata uang Garuda masih akan dipengaruhi oleh faktor eksternal. Mengingat, data ekonomi domestik kosong selama sepekan ini.
Sentimen penggerak mata uang Garuda diperkirakan datang dari data penjualan barang tahan lama AS yang diperkirakan akan kembali turun sebesar 4%.
“Dolar AS diperkirakan akan tertekan oleh data ini,” imbuhnya.
Menurutnya, rupiah diperkirakan masih akan berkonsolidasi dalam rentang sempit. Investor kemungkinan sudah mulai mengantisipasi data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang akan dirilis Jumat nanti.
Hari ini Rabu (27/8/2025), Lukman memprediksi rupiah akan ditutup di rentang Rp 16.200 – Rp 16.350 per dolar AS.













