BursaEkonomi dan Bisnis

Rupiah Spot Menguat 0,04% Dibuka di Level Rp16.347 Per Dolar AS Pagi Ini

×

Rupiah Spot Menguat 0,04% Dibuka di Level Rp16.347 Per Dolar AS Pagi Ini

Sebarkan artikel ini
Rupiah Spot
rupiah spot menguat 0,04% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.353 per dolar AS.

Ringkasan Berita

  • Jumat (29/8/2025) rupiah spot bergerak tipis dibuka di level Rp 16.347 per dolar Amerika Serikat (AS).
  • Ini membuat rupiah spot menguat 0,04% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.353 per dolar AS.
  • Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah turun 0,19%.

Topikseru.com – Pada awal perdagangan hari ini. Jumat (29/8/2025) rupiah spot bergerak tipis dibuka di level Rp 16.347 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah spot menguat 0,04% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.353 per dolar AS.

Hingga pukul 09.00 WIB, mata uang di Asia bergerak bervariasi. Di mana, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,23%.

Selanjutnya, ringgit Malaysia yang menanjak 0,14% dan dolar Hongkong yang terkerek 0,08%. Disusul, yuan China yang naik 0,02%.

Berikutnya, ada baht Thailand yang menguat tipis 0,019% terhadap the greenback pada pagi ini.

Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah turun 0,19%.

Kemudian ada dolar Taiwan yang terkoreksi 0,07% dan yen Jepang yang tertekan 0,03%. Diikuti, dolar Singapura yang melemah tipis 0,008%.

Nilai tukar rupiah berbalik menguat setelah tertekan dalam dua hari sebelumnya pada akhir perdagangan kemarin, Kamis (28/8/2025). Proyeksinya mata uang Garuda masih akan kembali melemah pada Jumat (29/8/2025).

Di pasar spot, kurs rupiah menguat Rp 15 atau 0,09% menjadi Rp 16.353 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sementara mengacu Jisdor, kurs rupiah melemah tipis Rp 1 atau 0,01% menjadi Rp 16.356 per dolar AS. Kurs rupiah Jisdor melemah dalam tiga hari perdagangan terakhir.

Baca Juga  Rupiah Spot Melemah 0,04% Dibuka Level Rp16.632 Per Dolar AS

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, sejumlah sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah adalah ketidakpastian politik seputar independensi Federal Reserve (Fed) yang kembali diuji.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mencopot Gubernur The Fed Lisa Cook. Pencopotan ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang otonomi bank sentral.

Di saat yang sama, pesan dovish Ketua Fed Jerome Powell di Jackson Hole, yang mengisyaratkan bahwa kondisi ekonomi AS saat ini ‘mungkin membenarkan’ penurunan suku bunga, memperkuat ekspektasi akan pelonggaran kebijakan moneter di masa mendatang.

Kemudian, Presiden Bank Sentral Federal New York, John Williams, mengatakan pada hari Rabu bahwa suku bunga kemungkinan akan turun pada suatu saat, tetapi para pembuat kebijakan perlu melihat data ekonomi mendatang sebelum memutuskan apakah pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed 16 September – 17 September merupakan keputusan yang tepat.

Adapun sentimen dari dalam negeri, Ibrahim mengatakan bahwa pasar merespon positif terhadap aksi demontrasi ribuan buruh serta mahasiswa dari pelbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tumpah ke jalan hari ini terpusat di gerbang utama Gedung DPR/MPR RI Jakarta.

Aksi ini berjalan dengan damai dan tidak anarkis karena ada kerjasama yang apik antara koordinator aksi demo dengan aparat kepolisian yang mengawal jalannya aksi tersebut.

Aksi hari ini akan meluas karena tuntutan yang sama juga diorganisir oleh partai buruh, gerakan serikat buruh dan gerakan mahasiswa di berbagai wilayah lain. Meski demikian, aksi masif tersebut dipastikan bakal berjalan kondusif.

“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 16.340 – Rp.16.400 per dolar AS,” ujar Ibrahim.