Ringkasan Berita
- Asal tahu saja, pada akhir perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (29/8) IHSG parkir di zona merah.
- Untuk Senin hari ini, Herditya memperkirakan IHSG berpeluang menguat atau rebound dalam jangka pendek dengan support …
- Indeks ditutup anjlok 121,59 poin atau 1,53% ke 7.830,49.
Topikseru.com – Pada perdagangan Senin (1/9/2025) Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan bergantung pada nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan stabilitas politik dalam negeri.
Asal tahu saja, pada akhir perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (29/8) IHSG parkir di zona merah.
Indeks ditutup anjlok 121,59 poin atau 1,53% ke 7.830,49. Dalam sepekan, IHSG turun 0,36%.
Arus dana asing keluar tercatat mencapai Rp 1,12 triliun di seluruh pasar sepekan lalu.
Meskipun begitu, arus dana asing masuk masih lebih unggul senilai Rp 3,04 triliun.
Menurut Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, pergerakan IHSG pekan lalu disebabkan dua hal utama.
Yaitu, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) serta kondisi domestik yang kurang kondusif dan menyebabkan aliran dana asing keluar dari IHSG.
Untuk Senin hari ini, Herditya memperkirakan IHSG berpeluang menguat atau rebound dalam jangka pendek dengan support 7.800 dan resistance 7.909.
Penguatan IHSG hari ini bisa didorong oleh rilis data neraca dagang dan inflasi Indonesia, serta pergerakan nilai tukar rupiah.
Namun, investor juga masih akan mencermati situasi dalam negeri esok hari.













