BursaEkonomi dan Bisnis

Pengamat Ekonomi: IHSG Masih Berpeluang Naik dengan Support di 7.858 dan Resistance di 7.931

×

Pengamat Ekonomi: IHSG Masih Berpeluang Naik dengan Support di 7.858 dan Resistance di 7.931

Sebarkan artikel ini
IHSG
IHSG masih berpeluang naik dengan support di 7.858 dan resistance di 7.931. Menurutnya, investor akan mencermati data tenaga kerja AS serta pergerakan harga komoditas emas yang masih menunjukkan tren naik.

Ringkasan Berita

  • Penguatan IHSG didorong oleh lonjakan saham di sektor energi yang memimpin dengan kenaikan 2,49%.
  • IHSG naik signifikan sebesar 1,08% ke level 7.885.
  • Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup sedikit melemah 1,5 poin atau 0,01% ke posisi Rp 16.415 per dolar Amerika …

Topikseru.com – Berdasarkan perdagangan Rabu (3/9/2025)  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup di zona hijau. IHSG naik signifikan sebesar 1,08% ke level 7.885.

Penguatan IHSG didorong oleh lonjakan saham di sektor energi yang memimpin dengan kenaikan 2,49%. Sementara itu, sektor properti justru menjadi pemberat dengan koreksi terdalam sebesar 0,99%.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, penguatan IHSG terjadi di tengah kondisi pasar global yang masih tertekan.

Menurutnya, kenaikan ini terjadi di tengah penguatan nilai tukar rupiah dan pelemahan bursa Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup sedikit melemah 1,5 poin atau 0,01% ke posisi Rp 16.415 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 16.414 per dolar AS.

Sementara itu, bursa saham regional Asia kompak ditutup melemah. Shanghai Composite Index turun 1,16%, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,60%, dan Nikkei Jepang melemah 0,82%. Indeks Straits Times Singapura juga mencatatkan penurunan tipis 0,21%.

“Kami perkirakan, dengan adanya kondisi yang nampaknya mulai kondusif, membuat para investor kembali ke pasar modal (Indonesia) hari ini,” jelas Herditya.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menambahkan, kenaikan IHSG turut ditopang oleh pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar (big caps).

Secara teknikal, Alrich melihat indikator Stochastic RSI membentuk pola golden cross di area oversold, yang menjadi sinyal potensi pembalikan arah ke tren naik. Sementara itu, indikator MACD menunjukkan penyempitan negative slope, mendukung potensi penguatan.

Proyeksi IHSG Kamis (4/9)
Untuk perdagangan Kamis (4/9), Alrich memproyeksikan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan level support di 7.800 dan resistance di 7.970.

Senada, Herditya juga memproyeksikan IHSG masih berpeluang naik dengan support di 7.858 dan resistance di 7.931. Menurutnya, investor akan mencermati data tenaga kerja AS serta pergerakan harga komoditas emas yang masih menunjukkan tren naik.

Meski demikian, Alrich mengingatkan adanya potensi aksi profit taking, terutama menjelang libur panjang akhir pekan. Selain itu, kekhawatiran terhadap kondisi global serta dinamika politik dalam negeri juga patut diwaspadai.

Alrich menyarankan investor untuk mencermati sejumlah saham potensial berikut:

PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA)
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (ICBP)
PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP)
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADRO)

Sementara itu, Herditya merekomendasikan saham berikut untuk dipertimbangkan:

– PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)

Support: Rp 4.510
Resistance: Rp 4.640
Tonton: IHSG Menghijau Hari ini, 10 Saham LQ45 dengan PER Terendah & Tertinggi 3 September 2025

– PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

Support: Rp 3.300
Resistance: Rp 3.400
– PT United Tractors Tbk (UNTR)

Support: Rp 26.200
Resistance: Rp 26.775