BursaEkonomi dan Bisnis

IHSG Pagi Ini Menguat 5,22 Poin: 264 Saham Naik, 115 Saham Turun dan 221 Saham Stagnan

×

IHSG Pagi Ini Menguat 5,22 Poin: 264 Saham Naik, 115 Saham Turun dan 221 Saham Stagnan

Sebarkan artikel ini

Ringkasan Berita

  • Sebanyak 264 saham naik, 115 saham turun dan 221 saham stagnan.
  • PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) (-1,09%) Pengamat Ekonomi: IHSG masih berpeluang naik dengan support di 7.858…
  • Sembilan indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG.

Topikseru.com – Pada awal perdagangan Kamis (4/9/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 5,22 poin atau 0,08% ke level 7.891,95 di pasar spot.

Sebanyak 264 saham naik, 115 saham turun dan 221 saham stagnan.

Sembilan indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan dua indeks sektoral lainnya masuk zona merah.

Indeks sektoral dengan kenaikan terbesar adalah sektor transportasi yang naik 0,37%, sektor properti naik 0,30% dan sektor teknologi yang naik 0,27%.

Sedangkan indeks sektoral yang melemah adalah sektor perindustrian yang turun 0,33% dan sektor energi yang turun 0,11%.

Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai 1,83 miliar saham dengan total nilai Rp 904,87 miliar.

Top gainers LQ45 pagi ini adalah:

1. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) (5,36%)
2. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) (4,31%)
3. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) (1,43%)

Top losers LQ45 pagi ini adalah:

1. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) (-1,45%)
2. PT Astra International Tbk (ASII) (-1,36%)
3. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) (-1,09%)

Pengamat Ekonomi: IHSG masih berpeluang naik dengan support di 7.858 dan resistance di 7.931

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan Rabu (3/9/2025) di zona hijau. IHSG naik signifikan sebesar 1,08% ke level 7.885.

Penguatan IHSG didorong oleh lonjakan saham di sektor energi yang memimpin dengan kenaikan 2,49%. Sementara itu, sektor properti justru menjadi pemberat dengan koreksi terdalam sebesar 0,99%.

Baca Juga  IHSG Tampil Perkasa Menguat 47,268 Poin Berdiri Tegar di Level 8.453,845 Pagi Ini

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, penguatan IHSG terjadi di tengah kondisi pasar global yang masih tertekan.

Menurutnya, kenaikan ini terjadi di tengah penguatan nilai tukar rupiah dan pelemahan bursa Asia.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup sedikit melemah 1,5 poin atau 0,01% ke posisi Rp 16.415 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 16.414 per dolar AS.

Sementara itu, bursa saham regional Asia kompak ditutup melemah. Shanghai Composite Index turun 1,16%, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,60%, dan Nikkei Jepang melemah 0,82%. Indeks Straits Times Singapura juga mencatatkan penurunan tipis 0,21%.

“Kami perkirakan, dengan adanya kondisi yang nampaknya mulai kondusif, membuat para investor kembali ke pasar modal (Indonesia) hari ini,” jelas Herditya.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menambahkan, kenaikan IHSG turut ditopang oleh pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar (big caps).

Secara teknikal, Alrich melihat indikator Stochastic RSI membentuk pola golden cross di area oversold, yang menjadi sinyal potensi pembalikan arah ke tren naik. Sementara itu, indikator MACD menunjukkan penyempitan negative slope, mendukung potensi penguatan.

Untuk perdagangan Kamis (4/9), Alrich memproyeksikan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan level support di 7.800 dan resistance di 7.970.

Senada, Herditya juga memproyeksikan IHSG masih berpeluang naik dengan support di 7.858 dan resistance di 7.931. Menurutnya, investor akan mencermati data tenaga kerja AS serta pergerakan harga komoditas emas yang masih menunjukkan tren naik.

Meski demikian, Alrich mengingatkan adanya potensi aksi profit taking, terutama menjelang libur panjang akhir pekan. Selain itu, kekhawatiran terhadap kondisi global serta dinamika politik dalam negeri juga patut diwaspadai.