BursaEkonomi dan Bisnis

Rupiah Spot Pagi Ini Melemah 0,20% Beraada di Level Rp16.448 Per Dolar AS

×

Rupiah Spot Pagi Ini Melemah 0,20% Beraada di Level Rp16.448 Per Dolar AS

Sebarkan artikel ini
Rupiah
rupiah spot melemah 0,20% beraada di level Rp 16.448 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.416 per dolar AS di pasar spot.

Ringkasan Berita

  • Diketahui, rupiah spot ditutup pada level Rp 16.416 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Rabu (3/9/2…
  • Sedangkan di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah ditutup di level Rp 16.424 per d…
  • Rupiah mencatat pelemahan terdalam yakni 0,20%.

Topikseru.com – Pada perdagangan Kamis (4/9/2025) rupiah spot melemah 0,20% beraada di level Rp 16.448 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.416 per dolar AS di pasar spot.

Diperdagangan pagi di Asia, rupiah spot melemah bersama beberapa mata uang lainnya. Rupiah mencatat pelemahan terdalam yakni 0,20%.

Disusul won Korea yang melemah 0,16%, ringgit Malaysia melemah 0,02%, dolar Singapura melmeah 0,02% dan yuan China yang melemah 0,001% terhadap dolar AS.

Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS pagi ini. Pesso Filipina menguat 0,16%, dolar Taiwan menguat 0,08%, baht Thailand menguat 0,03%, dan dolar Hong Kong menguat 0,02% terhadap dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 98,19, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 98,14.

Analis Mata Uang: Rupiah Spot Cenderung Stabil atau Mengalami Penguatan Terbatas

Pada akhir perdagangan Rabu (3/9/2025) rupiah spot kembali ditutup melemah di mana pergerakannya diwarnai sentimen dari domestik maupun global yang saling terkait.

Diketahui, rupiah spot ditutup pada level Rp 16.416 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Rabu (3/9/2025), melemah tipis 0,01% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.414 per dolar AS.

Sedangkan di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah ditutup di level Rp 16.424 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (3/9/2025), melemah 0,04% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.418 per dolar AS.

Baca Juga  Rupiah Spot Bergerak Tipis Dibuka di Level Rp16.695 Per Dolar AS di Awal Perdagangan Kamis (18/12/2025)

Menanggapi hal tersebut, Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa rupiah dan mata uang Asia lainnya secara umum melemah akibat aksi jual obligasi global yang dipicu kekhawatiran tentang utang pemerintah dan pertumbuhan ekonomi.

Namun, sentimen risk on di pasar ekuitas domestik berhasil menahan pelemahan rupiah lebih lanjut.

Menurutnya jika aksi pelepasan obligasi pemerintah di negara-negara utama dunia terus berlanjut, rupiah berpotensi kembali melemah.

“Apabila perlepasan obligasi pemerintah di negara – negara utama dunia yang apabila berlanjut, maka rupiah diperkirakan berpotensi kembali melemah,” ujar Lukman.

Sementara itu, Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo lebih melihat mata uang Garuda, saat ini masih bergerak sideway.
Tidak menunjukkan penguatan atau pelemahan signifikan dibandingkan hari sebelumnya.

Ia memproyeksikan bahwa pergerakan rupiah untuk hari ini cenderung stabil atau mengalami penguatan terbatas.

“Proyeksi ini didasarkan pada analisis sentimen dan fundamental terkini, yang menunjukkan momentum positif dari resolusi politik domestik dan intervensi berkelanjutan oleh Bank Indonesia,” ungkap Sutopo.

Namun, Sutopo juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap rilis data ekonomi AS, yang berpotensi memicu pergerakan signifikan pada dolar AS.

Sentimen pasar yang positif dari berita domestik diperkirakan akan menahan pelemahan rupiah yang drastis, tetapi potensi penguatan juga akan terbatas karena sentimen global yang cenderung mendukung dolar.

Sutopo memperkirakan support rupiah bergerak di kisaran 16.300-16.500, sementara Lukman memproyeksikan resistance rupiah berada di rentang 16.400-16.550.