BursaEkonomi dan Bisnis

Harga Bitcoin (BTC) Menguat 0,85% Bersandar di Level US$ 111.157 Per Koin atau Setara Rp1,82 Miliar Per Koin

×

Harga Bitcoin (BTC) Menguat 0,85% Bersandar di Level US$ 111.157 Per Koin atau Setara Rp1,82 Miliar Per Koin

Sebarkan artikel ini
Bitcoin
Harga Bitcoin (BTC) menguat di tengah memanasnya situasi politik Amerika Serikat yang kini mengalami government shutdown

Ringkasan Berita

  • Harga Bitcoin (BTC) hari ini menguat dan menyentuh level US$ 111 ribu, tapi analis menyebut ada skenario terburuk tur…
  • Dikutip dari Cointelegraph, harga Bitcoin kembali naik di atas US$ 111 ribu, setelah sempat terkoreksi akibat data ek…
  • Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 111.157 per koin atau setara Rp 1,82 miliar Pasar kripto melesat dalam 24 jam te…

Topikseru.com – Pada perdagangan hari ini Senin 8 September 2025 harga Bitcoin (BTC) hari ini terlihat menguat 0,85% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 111.157 per koin atau setara Rp 1,82 miliar

Pasar kripto melesat dalam 24 jam terakhir. Harga Bitcoin (BTC) hari ini menguat dan menyentuh level US$ 111 ribu, tapi analis menyebut ada skenario terburuk turun hingga 10%, mengapa?

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Senin (8/9/2025) pukul 7.50 WIB, kapitalisasi pasar kripto global melonjak 1,92% menjadi US$ 3,85 triliun dalam 24 jam.

Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) hari ini terlihat menguat 0,85% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 111.157 per koin atau setara Rp 1,82 miliar (kurs, Rp 16.399).

Penguatan juga terjadi pada Ethereum (ETH) sebesar 0,71% menjadi US$ 4.304, XRP naik 2,41% menjadi US$ 2,87, Binance (BNB) melesat 2,18% menjadi US$ 880, Solana terbang 3,32% menjadi US$ 207, dan Dogecoin (DOGE) melonjak 5,39% menjadi US$ 0,22.

Dikutip dari Cointelegraph, harga Bitcoin kembali naik di atas US$ 111 ribu, setelah sempat terkoreksi akibat data ekonomi Amerika Serikat (AS). Meski sempat tertekan, sejumlah analis melihat sinyal pemulihan yang menjanjikan.

Baca Juga  Harga Kripto Memasuki Zona Merah di Perdagangan Senin 5 Agustus 2024: Bitcoin Merosot 10,25% dan Ethereum Melemah 19,79%

Analis kripto ternama Michaël van de Poppe menilai kondisi ini positif. “Bitcoin membentuk higher low baru dan bertahan di support US$110K. Jika mampu menembus US$112K, peluang bull run akan semakin besar,” jelasnya di platform X.

Namun, pandangan pasar masih terbelah. Trader Cipher X memperingatkan, kegagalan menembus US$ 112 ribu justru bisa memicu penurunan lebih dalam. Sementara Crypto Tony menegaskan,

“Jika Bitcoin menembus US$ 113 ribu, harga bisa menuju rekor tertinggi baru. Tapi jika gagal, kita bisa turun lagi ke US$ 100 ribu,” ucapnya.

Trader lain, TurboBullCapital, menyoroti level moving average (MA) penting. “Jika Bitcoin kehilangan area US$ 107 ribu, target berikutnya ada di US$ 101 ribu yang bertepatan dengan MA200. Itu level logis untuk memantul,” tulisnya.

Sejumlah analis teknikal melihat pola Fibonacci retracement yang konsisten sejak akhir 2024. Level 0.382 Fibonacci berkali-kali menjadi titik dasar harga Bitcoin.

“Level Fibonacci saat ini ada di sekitar US$ 100 ribu. Jadi skenario terburuk adalah penurunan 10% ke US$ 100 ribu, sebelum reli besar 50% ke atas US$ 150 ribu,” papar Trader ZYN.

Beberapa analis bahkan menilai ada potensi ‘short squeeze’ besar yang akan memukul para short seller sebelum membawa Bitcoin menembus rekor tertinggi baru. Pola ini mirip dengan pergerakan harga pada akhir 2024.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Redaksi tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.